Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

DEBAT PILPRES

Kebohongan Jokowi Gerus Elektabilitas Sendiri

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 09:44 WIB | LAPORAN:

Elektabilitas calon presiden petahana Joko Widodo diprediksi bakal merosot pasca debat kandidat pemilihan presiden kedua.

Prediksi itu disampaikan Ketua Umum Benteng Prabowo, Syafti Hidayat.

Menurut Syafti, tergerusnya elektabilitas Jokowi disebabkan atas klaim yang dilakukan mantan Gubernur DKI tersebut atas sejumlah data, termasuk data soal kasus lingkungan.


"Dalam debat kedua lalu seakan menunjukkan siapa sesungguhnya pihak yang kerap mengeluarkan kebohongan. Dan bisa dikatakan Jokowi diduga menyebarkan hoaks," kata Syafti kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/2).

Saat debat Jokowi mengklaim selama pemerintahannya tak ada lagi konflik pembebasan lahan akibat proyek infrastruktur. Namun pada kenyataannya, berdasarkan data dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), sejak tahun 2015 hingga 2017, konflik agraria terus meningkat.

Tak hanya itu, Jokowi pun mengklaim bahwa penggelontoran Dana Desa sebesar Rp 187 triliun telah menghasilkan 191 ribu kilometer jalan di desa. Jalanan ini katanya sangat bermanfaat bagi petani yang ingin menjual hasil taninya.

Namun pada kenyataannya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dana Desa ratusan triliun itu ternyata tidak mampu menurunkan angka kemiskinan di pedesaan. Sebab pada kenyataannya, angka kemiskinan di pedesaan masih mencapai 13,1 persen.

Angka ini masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang hanya mencapai 9,6 persen. [jto]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya