Berita

Debat Pilpres 2019/Net

Politik

Mengganggu Debat, BPN Akan Laporkan Pendukung Jokowi

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 04:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi meminta Komisi Pemilihan Umum menindak tegas sejumlah pelanggaran yang dilakukan kubu lawan dalam Debat Pilpres 2019 putaran kedua.

Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi Ferry Mursyidan Baldan menjelaskan, pelanggaran terjadi saat pendukung calon petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa alat peraga kampanye (APK) seperti balon bahkan pengeras suara ke dalam arena debat.

"Harusnya dilarang. Yang pertama kan pakai kipas yang disiapkan KPU, akhirnya kan dilarang dan kita tidak bawa apa-apa dan tidak pakai apapun. Makanya kita terkejut ketika ada balon, bahkan ada bunyi peluit, ada toa juga," ujarnya di Media Center BPN, Jakarta, Senin (18/2).


Selain melanggar aturan, Ferry menilai keberadaan APK juga mengganggu jalannya debat. Akibatnya, masyarakat tidak bisa fokus pada pemaparan visi masi capres.

"Jangan lupa bahwa debat itu ditayangkan sebetulnya yang ditunggu adalah bagaimana kemudian pesan sampai ke masyarakat," jelasnya.

Menurut Ferry, pesan yang tidak sampai dengan utuh kepada masyarakat seperti dirasakan calon wapres Sandiaga Uno saat menggelar nonton bareng debat di Cibinong, Bogor.

"Kebetulan Pak Sandi kemarin menonton di televisi. Bagaimana melihat betul itu sangat-sangat mengganggu kehirukpikukan dan sebagainya," imbuhnya. [wah] 

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya