Berita

Komisioner KPU Viryan Azis/RMOL

Politik

KPU Evaluasi Keberadaan Pendukung Capres Saat Debat

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 | 14:31 WIB | LAPORAN:

. Keberadaan pendukung masing-masing pasangan calon saat debat Pilpres dianggap mengganggu konsentrasi peserta. KPU pun mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah, bahkan tidak mengundang mereka debat selanjutnya.

Komisioner KPU Viryan Azis menyatakan, bahwa pada dasarnya, debat kedua tadi malam berjalan dengan baik. Sejumlah pihak pun mengakui bahwa pelaksanaan debat yang hanya diikuti oleh capres itu lebih baik ketimbang debat pertama yang diikuti oleh capres dan cawapres.

"Itu menunjukkan kami selalu berupaya untuk melakukan perbaikan," kata dia saat ditemui di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/2).


Meski sebagian besar menyatakan kepuasannya atas pelaksanaan debat itu, Viryan menekankan bahwa pihaknya masih merasa ada yang perlu dievaluasi. Misalkan, terkait keberadaan pendukung yang terlampau banyak di arena debat.

"Sehingga mengganggu konsentrasi pasangan calon dalam berdebat. Dan itu kami melihat sendiri," tekannya.

"Akan kami evaluasi. Pilihannya dua, jumlahnya dikurangi atau tidak ada sama sekali," lanjut Viryan menambahkan.

Ditegaskannya, penting bagi KPU untuk membuat para peserta debat berkonsentrasi penuh dengan materi yang diperdebatkan. Hal itu agar semua pandangan dan visi misi dapat dijelaskan secara terperinci ke masyarakat pemilih.

Lebih lanjut kata Viryan, hal lain yang akan dievaluasi KPU bersama para pemangku kepentingan adalah terkait pengaturan waktu bagi tiap-tiap peserta debat.

"Ini kan kesempatan langka, setiap detik bermakna sehingga hal-hal seperti itu tak akan terulang," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya