Berita

Jokowi dan Prabowo/Net

Politik

Tertawai Prabowo, Gerindra: Makanya Pendukung Jokowi Jangan Doyan Baca Komik

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 | 14:03 WIB | LAPORAN:

. Pendukung Capres 01 Joko Widodo tertawa saat Capres 02 Prabowo Subianto menyampaikan pandangan soal unicorn sebagai bukti mereka tidak biasa membaca artikel ilmiah hanya doyan membaca komik.

Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan menanggapi debat kedua Pilpres 2019, Minggu (18/2) malam.

Dia menegaskan, pernyataan Prabowo yang mengaku khawatir kalau teknologi canggih yang digunakan unicorn akan mempercepat larinya uang kita ke luar negeri sangatlah tepat. Hal itu sesuai dengan sebuah artikel di newsite ekonomi Bloomberg.


"Pada ketawa saat Prabowo bilang unicorn bisa bawa dana ke luar negeri. Nih, baca artikel dari Bloomberg," ujar Heri kepada redaksi, Senin (18/2).

Dalam artikel yang berjudul "Indonesia's Unicorn Charge Makes the Rupiah Tremble" itu, dituliskan bahwa ada beberapa startup dalam negeri seperti Lazada hingga Shopee yang didanai oleh perusahaan-perusahaan China yang berkantung tebal seperti Alibaba Group Holding Ltd dan Tencent Holdings Ltd.

Masalahnya, perusahaan manufaktur dalam negeri belum mampu menopang pesatnya industri startup. Akibatnya pengecer online pun hanya memanfaatkan jaringan pelanggan mereka untuk menjual barang impor. Ujung-ujungnya, dari bisnis Lazada dan Shopee, pengecer hanya menerima 5 persen dari nilai barang dagang bruto dari yang diperoleh pedagang China dan Korea Selatan. Uang pun lebih banyak mengalir ke luar negeri.

Baca: Ternyata, Menurut Bloomberg, Unicorn Indonesia Tak Banyak Membantu

Tidak terima ketua umunya ditertawai, Heri pun menyindir para pendukung Jokowi untuk tidak hanya membaca komik seperti Sinchan dan Doraemon layaknya jagoan mereka.

"Makanya jangan baca komik mulu dong," tutup Heri. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya