Berita

Calon presiden petahana Joko Widodo saat debat kedua Pilpres/Net

Politik

Jokowi Sebut Tak Ada Konflik Sosial, KontraS Dan Greenpeace Beri Bantahan

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 | 01:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) membantah pernyataan calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut dalam 4,5 tahun tidak terjadi konflik sosial terkait pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam debat kedua pilpres 2019 yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2) malam.

Menanggapi itu, KontraS menuliskan bantahannya melalui kicauan di akun Twitter @KontraS.


"(Tidak ada konflik sosial yhaa). Pantauan KontraS: 702 konflik agraria, 1.6665.457 hektare lahan dikorbankan, 455 petani dikriminalisasi, 229 petani mengalami kekerasan, dan 18 orang tewas," tulis KontraS.

KontraS menguatkan kicauan Greenpeace Indonesia yang juga membantah pernyataan Jokowi. Greenpeace Indonesia menyebut pernyataan Jokowi tidak sesuai fakta.

"Tidak ada konflik sosial? Hmm.. Faktanya konflik agraria masih jadi persoalan dalam beberapa tahun ini," tulis @GreenpeaceID.

Greenpeace melengkapi data aktivis lingkungan yang dikriminalisasi terkait pembangunan infrastruktur yang terjadi sepanjang tahun 2015-2018. Puncak kriminalisasi terjadi tahun 2018 dimana ada 62 aktivis yang dikriminalisasi.

"Percepatan infrastruktur seringkali mengabaikan hak-hak masyarakat lokal, seperti petani dan nelayan yang terusir dari laut dan tanahnya sendiri," tulis Greenpeace Indonesia.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya