Berita

Politik

Prabowo Rela Ratusan Ribu Hektare Tanah Yang Dikelolanya Diambil Negara

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 22:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerang calon presiden Prabowo Subianto dengan kepemilikan lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur dan di Aceh Tengah. Prabowo meluruskan pernyataan Jokowi.

"Tadi disinggung soal tanah yang saya kuasai ratusan ribu di beberapa tempat, itu benar. Tapi itu HGU (hak guna usaha), milik negara," kata Prabowo dalam debat kedua Pilpres di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2) malam.

Tanah tersebut, kata Prabowo, bisa sewaktu-waktu diambil negara. Prabowo tak jadi soal kalau negara mengambil tanah tersebut.


"Kalau negara mau ambil, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis, saya patriotis," tegas Prabowo.

Tema debat kedua yakni energi, pangan, sumberdaya alam, dan lingkungan hidup. Serangan soal kepemilikan lahan dilancarkan Jokowi kepada Prabowo saat debat menyoal lingkungan hidup.

Jokowi menjawab sindiran Prabowo mengenai pembagian sertifikat tanah yang kerap dilakukannya. Jokowi menyebutkan bila sertifikat yang dibagikannya adalah pada rakyat kecil.

"Pembagian (sertifikat) yang tadi sudah saya sampaikan hampir 2,6 juta memang agar produktif. Kita tidak memberikan kepada yang gede-gede," ucap Jokowi.

"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," imbuh Jokowi.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya