Berita

Politik

Pertanyaan Penting Debat, Pembangunan Infrastruktur Untuk Siapa?

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 18:38 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Penting bagi panelis debat capres kedua menanyakan soal urgensi pembangunan infrastruktur. Untuk siapa dan apakah pembangunan infrastruktur berdampak bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup mayoritas rakyat Indonesia?

Begitu pandangan Direktur Center for Housing and Urban Development Studies (CHUDS) Asnawi Manaf dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/2).

Asnawi mengatakan berdasarkan data World Bank, 60 persen keluarga di Indonesia berpenghasilan di bawah Rp2,5 juta per bulan. Dengan begitu, sambung dia, bisa dipastikan mereka akan makin termarginalkan bila pemerintah tak hadir.


"Mereka akan tinggal makin jauh dari layanan serta sarana dan prasarana pembangunan infrastruktur kota. Mayoritas masyarakat ini terdesak makin ke tepi karena tak mampu mengakses lahan di daerah pusat perkotaan," katanya.

Kenaikan harga rumah makin tak terkejar dengan pendapatan masyarakat. Bahkan, harga rumah subsidi pun mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kenaikan upah minimum provinsi (UMP).

"Apalagi, rumah nonsubsidi yang murni dikembangkan swasta. Harganya makin menggila dan tak terbeli oleh kebanyakan masyarakat. Kecuali masyarakat kalangan atas tentunya," ujar pakar tata kota dan kebijakan publik ini.

Alhasil, kata dia, fenomena urban sprawl akan terjadi yakni maraknya kawasan-kawasan perkotaan baru yang pembangunannya tak tertata, tersegregasi, acak dan serampangan di daerah-daerah pinggiran atau perdesaan.

"Ini berdampak pada ekonomi biaya tinggi, boros energi, dan tidak berkelanjutan," imbuhnya.

Rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang dirancang akhirnya banyak yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Lahan pertanian banyak yang beralih fungsi menjadi kawasan permukiman sehingga mengakibatkan kualitas hidup masyarakat makin menurun dan modal sosial makin merosot.

"Permukiman kumuh pun menjadi wajah kota-kota kita saat ini. Makin mudah kita menemukannya di berbagai sudut tanah air," kata dia.

Oleh karenanya, kembali ia menenkankan sebenarnya untuk siapa pembangunan infrastruktur tersebut. Idealnya, pembangunan infrastruktur adalah untuk seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Bukan untuk segelintir kalangan atas.

"Dengan demikian, semua masyarakat tanpa kecuali bisa menikmati pembangunan infrastruktur yang dibiayai APBN," pungkas Asnawi.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya