Berita

Ahmad M. Ali/Net

Politik

Soal Impor Pangan, Nasdem Serang Balik Orang Golkar

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 17:50 WIB | LAPORAN:

Partai Nasdem meradang dituding bertanggung jawab urusan impor pangan.

Tudingan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo dinilai tak patut diucapkan oleh wakil rakyat.

"Apa yang disampaikan oleh Firman Soebagyo itu menunjukan bahwa ia bukan seorang negarawan, dan sama sekali tidak mengerti urusan tata negara. Pernyataan tersebut terkesan tendensius, tidak etis, tidak pantas karena secara vulgar menyebut Partai Nasdem bertanggung jawab masalah impor pangan," kecam Ketua Fraksi Nasdem DPR, Ahmad M Ali dalam keterangannya, Minggu (17/2).


Ahmad M Ali menekankan, negara melalui presiden dan menteri tentu memiliki pertimbangan yang bersifat komperehensif dalam menentukan kebijakan impor berdasarkan data dan pertimbangan banyak hal. Misalnya soal inflasi, kebutuhan nasonal, ketercukupan pangan, dan pemenuhan nasional.

"Keputusan soal impor pangan itu tidak ada kaitannya dengan kebijakan atau kepentingan partai politik atau Nasdem. Walaupun Pak Enggar sebagai Menteri Perdagangan adalah kader Nasdem, tetapi ia sudah diwakafkan sebagai abdi negara setelah jadi menteri. Kebijakan dia, itu murni soal urusan negara," tegas Ali.

Bendahara Umum Partai DPP Partai Nasdem ini mengatakan, kebijakan impor tidak bisa dilihat dalam satu sudut pandang saja.

"Bila landasan argumen adalah berbasis curiga tanpa data, maka kita akan disesatkan oleh pernyataan Firman. Tidak ada kaitan Nasdem dengan impor pangan, tidak ada orang Nasdem yang bergerak dalam urusan bisnis seperti itu," Ali meyakinkan.
   
Ali menyesalkan pernyataan Firman menggeneralisasi kepentingan negara dengan kebijakan partai. Pernyataan itu dipandangnya tidak logis dan terkesan sebagai manuver.

"Saya kasih contoh begini, apakah ketika Setya Novanto korupsi dana E-KTP itu lantas bisa disebut sebagai tanggung jawab Partai Golkar?" Ahmad M Ali berkomentar.

"Idrus Marham selaku Menteri Sosial ketika ditersangkakan menerima suap, apakah juga bisa kaitkan tanggung jawab Partai Golkar? Kan tidak begitu cara pandangnya," sambungnya.

Ahmad M Ali meminta Firman untuk segera mengklarifikasi pernyataan itu karena dianggap tidak pantas dan merugikan nama Partai Nasdem.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya