Berita

Siti Hardiyanti Rukmana/Partai Berkarya

Politik

Tutut Soeharto Ingin Bangun Demplot Pupuk

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 16:17 WIB | LAPORAN:

Para petani tembakau mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk. Saat panen raya, harga pun anjlok. Alih-alih untung, mereka justru nombok.

Bagaimana tidak, harga tembakau di Desa Kemloko Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung anjlok. Dari biasanya Rp 50-60 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 15-25 ribu per kg. Bahkan ada juga yang belum laku.

Hal inilah yang dikeluhkan mereka kepada Siti Hardiyanti Rukmana atau populer disapa Mbak Tutut Soeharto dalam acara silaturahmi di kawasan lereng Gunung Sumbing, Dusun Bangsulan, Kemloko, Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (16/2).


"Saat panen harapannya dapat untung untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, eh ndak tahunya malah tombok. Ndak tahu, kenapa pabrik ndak mau beli,” kata Zulifah (36), salah seorang petani tembakau yang hadir.

Mendengar hal itu, Mbak Tutut mengaku prihatin karena selama ini Temanggung  dikenal sebagai salah satu sentra pertanian tembakau.

"Tembakau Temanggung terkenal hingga ke seluruh dunia. Karena merupakan penghasil tembakau terbaik. Daunnya besar dan tahan terhadap hama. Tapi, melihat kondisi seperti sekarang ini saya jadi sedih," tutur Mbak Tutut seperti dikutip dalam keterangan tertulis, siang ini (Minggu, 17/2).

Hadir pula bersama Siti Hutami Endang Adiningsih ata Mamiek Soeharto dan Retnosari Widowati Harjojudanto (Eno Sigit).

Keluhan petani tembakau lainnya, Mat Rozaki tentang harga tembakau yang masih tinggi terakhir tahun 2011. Namun mulai 2012 sudah turun dan anjlok pada 2019 ini.

"Ndak tahu alasannya apa. Sekarang anjlok," ucapnya.
Mbak Tutut berkomitmen jika caleg-caleg Partai Berkarya nanti terpilih dan duduk sebagai legislatif, maka nasib petani Temanggung harus diperjuangkan.

Dalam kesempatan itu Mbak Tutut menyerahkan bantuan pupuk. Mbak Tutut juga menyampaikan rencana mendirikan demplot (Demonstration Plot) pertanian sebagai percontohan bagi masyarakat.

"Ingat bagi caleg-caleg Partai Berkarya, kalau nanti jadi, akan saya awasi. Perjuangkan kesejahteraan masyarakat," tegas putri mantan Presiden Soeharto ini.

Menurut Mbak Tutut, mesti dilakukan upaya pendampingan pada petani. Sehingga kehadiran Partai Berkarya benar-benar dirasakan bermanfaat bagi masyarakat.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya