Berita

Moeldoko/Net

Politik

Moeldoko's Total War

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 07:38 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

JENDERAL Moeldoko bukan Ketua TKN. Tapi banyak omong. Dia rilis psychological threat dengan istilah "Total War". I think BPN most ready to accept such challenge.

Doktrin Total War artinya maximalisasi seluruh kemampuan dan resource.

Dalam perspektif militer artinya menggunakan infrastruktur, semua jenis senjata, no rules, combatant dan non-combatants sekaligus.


Biasanya, doktrin ini bersifat short war. German melancarkan serangan cepat Blitzkrieg menguasai Eropa. Jepang menggunakan chemical weapons setelah bertahun-tahun tidak mampu mengalahkan China.

Amerika bergerak cepat sesaat masuk arena perang World War II. Warga sipil (including children) dipaksa terlibat. Jadi buruh di pabrik-pabrik alat perang.

Akademisi diubah menjadi teknokrat. Home-makers became bomb-makers.

Pemimpin Serikat Buruh berubah fungsi menjadi komandan produksi senjata. Dokter, mathematicians, mekanik, dan ahli kimia dimobilisasi demi kepentingan perang total.

Singkatnya, menurut The Oxford Living Dictionaries, "total war" adalah perang tanpa batas "in terms of the weapons used, the territory or combatants involved, or the objectives pursued, especially one in which the laws of war are disregarded."

Muldoko's Total War mestinya punya spirit serupa. Artinya segala cara ditempuh. Tak terkecuali curang. Tipu muslihat. Kriminalisasi. Gunakan bocah kecil. All out of budget. Maksimalisasi media. Termasuk cara-cara di luar kelaziman. Mobilisasi buzzer, propagandist, black ops, leaflet hitam dan sebagainya.

Maka BPN harus memilih sebuah doktrin perang sebagai respon dari ancaman Jenderal Moeldoko.

Nama doktrin itu adalah irregular warfare with guerrilla tactical measurement.

Definisi klasik type perang ini adalah “A violent struggle among state and non-state actors for legitimacy and influence over the relevant populations.”

Pilpres April 2019 pada hakekatnya adalah asymmetry warfare. Oposisi menghadapi kekuatan raksasa penguasa. Selected battle plans dan hit-n-run tactical outmaneuver cocok diadobsi kubu inferior oposisi.

Presiden John F. Kennedy mengatakan, "There is another type of warfare—new in its intensity, ancient in its origin—war by guerrillas, subversives, insurgents, assassins; war by ambush instead of by combat, by infiltration instead of aggression, seeking victory by eroding and exhausting the enemy instead of engaging him. It preys on unrest". [***]

Penulis merupakan Kolumnis; Aktivis Komunitas Tionghoa Antikorupsi (KomTak)


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya