Berita

Sudarnoto Abdul Hakim/Net

Politik

Sudarnoto: Muhammadiyah Mampu Jadi Aktor Utama Pencerahan Bangsa

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 | 20:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Eskalasi politik di Pilpres 2019 kian meningkat dan tidak mendukung terciptanya iklim demokrasi sebagaimana yang diharapkan.

Begitu kata Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim saat memberi sambutan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Mengokohkan Komitmen Keberagamaan dan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas" di Sinar Sports Hotel Bengkulu, Sabtu (16/2).

Menurutnya, isu agama yang turut diangkat dalam ruang perdebatan pilpres merupakan hal yang tidak sehat.


"Agama telah diseret-seret dalam kontestasi politik Pilpres dan ini tidak sehat," tegasnya.

Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa kontestasi pilpres oleh sebagian masyarakat juga telah dimaknai secara hitam putih. Hal ini memberikan peluang terjadinya tafarruq atau pertentangan di kalangan masyarakat ketimbang taaruf, yang mengedepankan rasa hormat terhadap perbedaan pilihan.

Untuk itu, kata Sudarnoto, harus ada upaya serius untuk menyadarkan masyarakat bahwa agama adalah sumber perdamaian, ketenteraman, kerahmatan dan integrasi nasional.

Dalam hal ini, kehadiran pemimpin dan kekuatan civil society yang mampu membangun jalan tengah atau wasathi sangat diperlukan.

“Dan itu ada di ajaran Islam dan juga Pancasila. Muhammadiyah juga memiliki kemampuan menjadi aktor utama gerakan pencerahan bagi kehidupan berbangsa" kata Sudarnoto.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto yang menjadi pembicara dalam acara itu mengamini pernyataan Sudarnoto. Menurutnya, memimpin masyarakat yang berbeda latar belakang suku, agama dan pilihan ideologi politik memang bukan perkara mudah.

“Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang mampu berdiri di tengah dan menempatkan agama dalam bingkai kebangsaan,” tegas pria yang akrab disapa Cak Nanto itu. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya