Berita

Jokowi/Net

Publika

Indo-Idolatry Pagan

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 | 17:02 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

AKADEMISI Aad Satria Permadi menulis sebuah essay lucu. Menurutnya, Jokower 11-12 dengan old tottemism pagans. Pemuja berhala. Idolatry. Jokowi adalah cult-image mereka.

Aad Satria Permadi melukiskan Jokower stubborn. Dikasih tahu, makin keras memuja Jokowi. Ngeyel. Kepala batu. Irasional.

Mereka tolak Prabowo-Sandi, paslon terbaik dari semua parameter. Well educated. Usia prima. Nggak kampungan. Keduanya personifikasi dari solusi dua masalah primer; hukum dan kesejahteraan ekonomi.


Di antara Jokower, ada sekumpulan minoritas full of fear. Mereka ditakut-takuti Suriahnisasi-Indonesia. Islamophobic. Rasa takut itu membuat mereka irasional. Thus, masuk kubu Jokowi-Maruf.

“Neither a man nor a crowd nor a nation can be trusted to act humanely or to think sanely under the influence of a great fear,” kata Bertrand Russell.

Gembar-gembor infrastruktur. Padahal semua presiden bangun jalan tol. Tidak gratis. Nggak sanggup buy back Indosat. Pake dana haji. Utang bengkak. Menterinya bilang cacing makarel bergizi. Delusi Esemka. Islam-Nusantara. Liberal. Pro Ahok penoda agama dan kawin-cerai. Alhasil, Jokower jauh dari scientif value.

Thomas Henry Huxley mengatakan, “The scientific spirit is of more value than its products, and irrationally held truths may be more harmful than reasoned errors”.

Huxley benar. Berpegang teguh pada irasionalitas lebih berbahaya daripada triger international tension akibat "Propaganda Rusia".

Irasionalitas itu pula yang membuat Jokower mengalami suspensi kesadaran. They refuse to see. Ignorance. Sekaligus menolak untuk cari tahu.

“Irrationality is the rejection of man’s means of survival and, therefore, a commitment to a course of blind destruction; that which is anti-mind, is anti-life,” kata Ayn Rand. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya