Berita

Taufiequrachman Ruki/RMOL

Politik

Keadaan Indonesia Saat Ini Mirip Puisi "Kasihan Bangsa" Karya Kahlil GIbran

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 | 02:47 WIB | LAPORAN: WISNU YUSEP

Keadaan Indonesia saat ini mirip dengan apa yang dituturkan penyair Kahlil Gibran dalam puisinya berjudul "Bangsa Kasihan".

Begitu disampaikan mantan komisioner KPK yang saat ini aktif sebagai anggota di Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI), Taufiequrachman Ruki, dalam sambutannya di acara bedah buku berjudul "Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 45" di Djakarta Theatre Ball Room, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/2).

Bedah buku menghadirkan pembicara analis ekonomi politik Salamuddin Daeng, aktivis M. Hatta Taliwang, Haris Rusli Moti, dan Edwin Sukowati.


Ruki mengatakan keadaan Indonesia sekarang ini sudah tidak sesuai dengan dasar negara yang dibuat oleh para founding fathers.

Awalnya Ruki mengaku tidak mengerti dengan puisi Kahlil Gibran tersebut. Ia bertanya kepada audience mengapa puisi yang ditulis penyair kelahiran Lebanon, 6 Januari 1883 itu sangat mirip dengan keadaan Indonesia saat ini.

"Yang saya tidak tahu dia terinspirasi dari mana. Kok puisinya mirip dengan keadaan bangsa kita sekarang," ujar Ruki.
Setalah itu Ruki pun membacakan puisi tersebut. Berikut puisi "Kasihan Bangsa" yang dibacakan Ruki:

Kasihan bangsa
yang mengenakan pakaian
yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum
yang tidak ia panen,
dan meminum susu
yang ia tidak memerasnya.

Kasihan bangsa
yang menjadikan orang dungu
sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan penjajah
sebagai hadiah.

Kasihan bangsa
yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya
ketika tidur,
sementara menyerah padanya
ketika bangun.

Kasihan bangsa
yang tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan
di atas kuburan,
tidak sesumbar
kecuali di reruntuhan,
dan tidak memberontak
kecuali ketika lehernya sudah berada
di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa
yang negarawannya serigal,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa
yang menyambut penguasa barunya
dengan terompet kehormatan,
Namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk manyambut penguasa baru lain,
dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa
yang orang sucinya dungu
menghitung tahun-tahun berlalu,
dan orang kuatnya masih dalam gendongan

Kasihan bangsa
yang terpecah-pecah,
dan masing-masing pecahan,
Menganggap dirinya sebagai bangsa.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya