Berita

Prabowo Subianto/net

Politik

Prabowo: Pemerintah Mengakui Kebocoran Kekayaan Negara

JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 | 20:34 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Calon presiden Prabowo Subianto menegaskan, kebocoran uang negara yang sering diungkapkannya bukan klaim sepihak.

Prabowo berani bicara karena fakta kebocoran kekayaan negara juga diakui oleh elite pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Pemerintah sekarang, yang sedang berkuasa, mengakui kalau ada kebocoran kekayaan negara ke luar negeri. Jadi bukan Prabowo yang bicara," kata capres nomor 02 itu ketika Pidato Kebangsaan "Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan Dan Air" di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/2).


Tercatat, Wapres Jusuf Kalla (JK) baru-baru ini mengakui kebocoran uang negara karena korupsi, walau tidak sebesar yang disampaikan Prabowo. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada Juni tahun lalu, juga mengamini Prabowo. Menurut Susi, kebocoran Rp 2.000 triliun terjadi saat penangkapan ikan secara ilegal masih marak di Indonesia.

Prabowo mengaku bercita-cita menghentikan kebocoran APBN bila terpilih menjadi presiden. Terkait itu, Fraksi Gerindra di DPR RI mendukung kebijakan Tax Amnesty yang dijalankan pemerintah untuk menambal kebocoran dalam jumlah besar.

"Kami, Partai Gerindra, mendukung itu (tax amnesty) karena ada belasan ribu triliun uang kita di luar negeri," tegasnya.

Prabowo meminta pihak yang berseberangan tidak tersinggung jika ia terus menggaungkan kebocoran APBN.

"Kalau saya ungkapkan ini jangan ada yang marah. Dengan kondisi ini kita menuju keterpurukan. Kalau badan kita kekurangan darah maka kita sakit. Sama, kalau Republik Indonesia ini kekayaannya terus mengalir ke luar negeri, kita makin terpuruk," kata Prabowo. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya