Berita

Presiden Jokowi meninjau proyek infrastruktur/net

Politik

Nilai Korupsi Infrastruktur Era Jokowi Diungkap Di Acara Prabowo

JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 | 18:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOL.  Dugaan korupsi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (2014-2019) di sektor infrastruktur cukup fantastis.

Dari data yang diungkap pemerhati infrastruktur publik, Suhendra Ratu Prawiranegara, korupsi anggaran proyek infastruktur mengalami kenaikan sebesar 167 persen sejak tahun 2014 hingga 2019. Bahkan, anggaran yang digerogoti pejabat pemerintah diperkirakan bernilai Rp 8 triliun.

Data itu dibuka Suhendra saat pembukaan acara Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto bertajuk "Menuju Swasembada Pangan, Air, dan Energi" di Grand Ballroom Hotel Po, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/2).
"Komitmen pemerintah dalam bidang infrastruktur terlihat jelas pada korupsi APBN yang cukup signifikan, selama 2014-2019 terjadi kenaikan sebesar 167 persen. Hal ini dapat dilihat pada tahun-tahun APBN sejak tahun 2014, 2015 kemudian 2019," beber Suhendra.

"Komitmen pemerintah dalam bidang infrastruktur terlihat jelas pada korupsi APBN yang cukup signifikan, selama 2014-2019 terjadi kenaikan sebesar 167 persen. Hal ini dapat dilihat pada tahun-tahun APBN sejak tahun 2014, 2015 kemudian 2019," beber Suhendra.

Terjadi korupsi besar-besaran atas APBN sektor infrastruktur pada 2015.

"Pada Kementerian PUPR yang kami ketahui, tadinya APBN untuk infrastruktur Rp 118 triliun, itu berkurang menjadi Rp 110 triliun. Artinya terjadi koreksi sekitar Rp 8 trilun," bongkarnya.

Data itu semakin menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan infrastruktur di pemerintahan Jokowi sangat tidak efisien dan lemah pengawasan.

"Artinya, menjadi catatan bahwa dalam proses perencanaan program sangat lemah," ujar mantan Staf Khusus Menteri PUPR itu. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya