Berita

Sugiono/net

Politik

Bila Ingin Kuat Dan Berdaulat, Penuhi Kebutuhan Makan Kita Sendiri!

JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 | 16:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Negara bisa dianalogikan tubuh manusia. Karena itu dalam bahasa Inggris terdapat istilah body politics. Dalam negara ada bagian kepala, otak, penyangga, penggerak dan pelaksana.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sugiono, saat pembukaan acara pidato kebangsaan Prabowo Subianto, di Grand Ballroom Hotel Po, Semarang, Jawa Tengah, sesaat lalu.

"Sistem ini memerlukan energi, nutrisi dan intervensi untuk bekerja baik. Demikian juga negara. Agar negara berjalan baik, harus ada ada ekonomi yang baik, sistem politik, pengambil keputusan juga pemimpin yang bertanggung jawab, jujur, berintegritas agar tubuh itu bisa berfungsi dengan baik," tutur Sugiono.


Katanya, negara bisa berfungsi dengan baik jika dikelola pemimpin dan lapisan pemimpin yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan "tubuh" itu.

"Harus ada tanggung jawab, keteraturan dan keseimbangan. Keberpihakan bila salah satu bagian tubuh tersebut lemah atau rusak," jelasnya.

Karena itulah, dalam kesempatan pidato kebangsaan Prabowo sore ini, akan dipaparkan apa yang dibutuhkan oleh negara agar bisa berfungsi dengan baik.

Dalam pidatonya, juga dijelaskan tiga hal yang mesti dicapai agar negara kuat. Yaitu swasembada energi, swasembada pangan dan swasembada air.

"Hari ini 1,3 juta barel bahan bakar kita impor. Jumlah itu memberi beban besar keuangan negara. Belum lagi dampak lingkungan. Karena itu kita ingin wujudkan swasembada energi dan energi terbarukan agar kita bisa bertumpu pada kekayaan alam kita sendiri," lanjut Sugiono.

Tentang swasembada pangan, ia tekankan bahwa pangan adalah hal strategis bagi kelangsungan hidup sebuah peradaban. Contoh sederhana, tak mungkin ada rumah tangga yang menggantungkan makannya kepada tetangga apalagi tetangga yang jauh rumahnya.

"Begitu juga dengan negara. Bila ingin negara kita terus berlangsung, kuat dan berdaulat maka tidak ada pilihan lain kita harus bisa penuhi kebutuhan makan kita sendiri," tegasnya.

Ironisnya, lanjut dia, banyak di antara elite pemerintah yang tidak memandang pangan sebagai bidang strategis. Pangan hanya dipandang sebagai komoditas jual beli yang menguntungkan. Lebih parahnya, yang diuntungkan hanyalah sekelompok elite.

"Selain menciptaan kedaulatan di bidang pangan, kita juga ingin meningkatkan taraf hidup petani kita. Memberikan insentif yang ujungnya kesejahteraan meningkat," ucapnya

Terkait swasembada air, Sugiono menungkap prediksi PBB bahwa sepertiga penduduk dunia mengalami kekurangan air bersih pada 2025-2030.

"Hal ini sudah dirasakan di negara kita. Para ahli menyatakan sebagian kota di Indonesia alami penurunan air tanah lebih banyak di musim kemarau. Masalah air dan akses ke air adalah persoalan yang harus benar-benar dicarikan solusinya," tutur Sugiono. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya