Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Bingungologi Ulang Tahun

JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 | 06:58 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SUDAH menjadi kelaziman bahwa bagi seorang yang merayakan hari kelahiran dirinya, memperoleh ucapan SELAMAT ULANG TAHUN.

Sebenarnya ucapan selamat tersebut mengandung beberapa unsur kebingungan secara berlapis.

Mustahil



Misalnya berdasar kenyataan obyek yang dirayakan, sebenarnya istilah Ulang Tahun langsung menjadi tidak relevan sebab yang dirayakan bukan tahun tetapi hari.

Istilah Ulang Tahun juga pada hakikatnya musykil sebab selama belum ada teknologi mesin waktu yang mampu mengulang waktu maka tahun mustahil bisa diulang.

Pada kenyataan perayaan ulang tahun alih-alih tahun berulang malah bertambah satu tahun menyebabkan istilah ulang tahun makin tidak masuk akal baik yang sehat mau pun tidak sehat.

Berduka Cita

Lapisan kebingungan selanjutnya terkait aspek aritmatika tradisi mengucapkan selamat bagi seorang insan yang merayakan hari kelahirannya.

Dengan merayakan hari kelahiran berarti usia sang subyek bersangkutan secara aritmatika bertambah satu tahun. Dengan bertambah satu tahun berarti yang merayakan hari kelahiran maju selangkah untuk makin mendekati masa ajal.

Bagi orang yang meninggalkan dunia fana ini lazimnya yang disampaikan bukan ucapan selamat namun rasa berduka cita alias belasungkawa.

Memang benar bahwa pada kenyataan ada yang tidak berduka namun malah bersuka cita karena mengharapkan akan memperoleh warisan harta benda dari pihak yang meninggal dunia.

Maka pada hakikatnya adalah paradoks sekaligus ironis apabila menyampaikan ucapan selamat bagi seseorang yang makin dekat masa ajal kecuali yang mengucapkan selamat mengharapkan warisan dari yang diberi selamat setelah meninggalkan dunia fana ini.

Kaprah


Lapisan kebingungan yang antara lain terdiri dari kontradiksi antara berduka cita dengan bersuka cita, kemustahilan mengulang tahun, sebenarnya fokus perayaan bukan tahun tetapi hari dan entah apa lagi pada hakikatnya mengusik makna kebenaran istilah Ulang Tahun.

Akibat istilah yang kebenarannya dibingungkan itu sudah  melazim sehingga terlanjur mengaprah maka tidak ada yang peduli mengenai kerancuan makna istilah yang digunakan sebagai ucapan selamat bagi hari kelahiran.

Malah pihak yang merasa bingung (seperti saya sekarang ini) terpaksa harus ikhlas menghadapi resiko dianggap mulai dari kurang kerjaan, konyol, sontoloyo, membelah titian serambut menjadi tujuh kali tujuh puluh tujuh, sok pintar padahal goblok sampai kewarasannya diragukan.

Maka istilah “Ulang Tahun” mengalami keberuntungan untuk meski keliru namun dianggap benar mirip keberuntungan istilah “salah satu”, “seronok”, “canggih”, “radikalisme”, “machiavellisme”, “konsumerisme” dan lain-lain istilah yang telah dikaprahkan untuk menjadi benar sehingga secara sadar atau tidak sadar disepakati sebagai benar meski sebenarnya tidak benar. [***]


Penulis Sedang Bingung Mempelajari Unsur Kebingungan Dalam Kehidupan


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya