Berita

Gadi Eisenkot/Net

Dunia

Iran Mendekati Israel, Sementara Amerika Mendekati Iran

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 10:43 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

KEPALA Staf Letnan Jenderal Gadi Eisenkot saat menjelang pensiun, kepada New York Times menyatakan Israel telah menjatuhkan sekitar 2.000 bom di Suriah pada 2018.

Pernyataan Gadi diikuti oleh pernyataan Perdana Mentri Israel Benjamin Netanyahu bahwa serangan-serangan udara Israel ditujukan ke arah sasaran Iran dan sekutunya milisia Hizbullah yang kini beroperasi di wilayah Suriah.

Sementara dalam peringatan 40 tahun Revolusi yang kemudian melahirkan Republik Islam Iran yang jatuh Senin lalu, Jenderal Yadollah Javani yang menjabat sebagai kepala biro politik Pengawal Revolusi menyatakan akan meratakan dua kota terbesar Israel yakni Tel Aviv dan Haifa dengan tanah, jika Amerika berani menyerang Iran.


Ancaman ini tentu tidak bisa dipisahkan dari keberadaan pasukan dan sejumlah milisi Iran serta sekutunya Hizbullah di Suriah. Apalagi kini pasukan Iran dilengkapi sejumlah rudal yang bisa menjangkau Israel.

Seolah merespon ancaman ini, Israel segera mengirimkan sejumlah pesawat tempur yang menyasar berbagai target yang diidentifikasikan sebagai basis-basis Iran.

Tidak seperti biasanya, saat melakukan serangan seperti ini para pejabat Israel enggan mengomentari. Akan tetapi kali ini Netanyahu sendiri yang mengkonfirmasinya sebelum ia berangkat ke Warsawa untuk menghadiri konfrensi Timur Tengah yang disponsori Amerika.

Di sisi lain, milisi loyalis Iran di Irak menembakkan rudal Grad ke arah pangkalan udara Ain al Asad di Provinsi Al Anbar dekat kota Bagdad yang dijadikan basis pasukan Amerika.

Perlu diingat, Amerika masih memiliki 5.000 pasukan di Irak. Pada 26 Desember lalu, Presiden Amerika Donald Trump secara mengejutkan mengunjungi Ain al Asad untuk merayakan Natal bersama pasukannya.

Dalam sambutannya, secara terbuka ia menyatakan belum ada rencana Amerika menarik pasukannya dari Irak, dengan alasan keberadaan mereka di sana diperlukan untuk memantau gerak-gerik Iran yang secara geografis memiliki perbatasan langsung dengan Irak.

Tetangga lain Iran yang juga memiliki perbatasan langsung adalah Afghanistan. Walaupun Presiden Trump telah menyatakan akan menarik pasukannya dari Afghanistan, akan tetapi tidak diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.

Bahkan, perkembangan mutakhir Amerika justru berunding langsung dengan Taliban yang menjadi musuh pemerintah Afghanistan. Apakah langkah ini ada kaitannya dengan rencana Amerika terhadap Iran?  Waktu nanti yang akan menjawabnya.

Melihat perkembangan di atas tentu masyarakat yang cinta damai layak khawatir. Apalagi dua sekutu Amerika di Timur Tengah yang kaya dan sangat anti Iran, yakni Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab sangat antusias untuk menghadiri pertemuan di Warsawa yang akan dibuka hari ini.

Dalam pertemuan dua hari yang memilih tema: Perdamaian dan Keamanan, akan duduk berdampingan Perdana Menteri Isreal dengan sejumlah pemimpin Arab, sesuatu yang tabu dilakukan selama ini.

Akan tetapi bagi mereka yang mengikuti perkembangan politik di Timur Tengah secara seksama, bukanlah pertemuan formal dan keputusan apa yang akan dihasilkan yang perlu mendapatkan perhatian. Akan tetapi, pertemuan di balik layar yang tentu akan sangat dirahasiakan oleh mereka yang terlibat.

Pertemuan tertutup di balik layar tentu tidak akan jauh dari upaya untuk mengkonsolidasi kekuatan anti Iran, termasuk bagaimana bentuk kolaborasi negara-negara Arab dengan Israel dalam menghadapi Iran.

Semua ini akan sangat menentukan kebijakan politik, ekonomi, bahkan militer Amerika terhadap Iran ke depan. Mari kita tunggu dan cermati bersama.[***]


Penulis merupakan Pengamat Politik Islam dan Demokrasi


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya