Berita

Politik

KPK Dan BPJS Ketenagakerjaan MoU Pencegahan Korupsi

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 14:36 WIB | LAPORAN: WISNU YUSEP

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama BPJS Ketenagakerjaan meneken nota kesepahaman alias MoU. Kerjasama ini terkait dengan pencegahan dan kajian sistem jaminan sosial di Indonesia.

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, MoU ini dintindaklanjuti sebagai upaya saling koordinasi dalam menukar informasi, dan juga memberikan pelatihan pencegahan tindak pidana korupsi.

"Jadi itu terkait banyak hal, tukar-menukar informasi, pelatihan, juga pendidikan dan lain-lain. Kita juga sepakat ingin mengkaji secara menyeluruh sistem jaminan sosial nasional kita," kata Agus di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).


Salah satu yang menjadi perhatian Agus yakni adanya laporan pembayaran dana pensiun yang terlalu sedikit. Termasuk juga terkait laporan dana pensiun yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan.

Keluhannya yang datang, lanjut dia, salah satunya datang di Jawa Timur. Salah satu contoh, misalkan pegawai di salah satu perusahaan itu hanya menerima duit pensiun sangat rendah.

"Itu fokus kami dalam kajian, supaya bisa memberi rekomendasi ke pemerintah untuk menata sistem social security di negara kita," kata dia.

Kajian itu juga, kata Agus dilakukan karena adanya road map jaminan sosial tahun 2029. Jika sudah diperintahkan oleh undang-undang, maka 2029 harus bergabung.

"Harusnya kita sudah mempersiapkan diri. Nanti perpindahannya seperti apa, nanti kita akan undang banyak pihak, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen," ujar dia. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya