Berita

Rocky Gerung/Net

Politik

RG: Secara Umum, Orang Lihat Ada Black Market Of Justice Di Istana

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 03:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penegakan hukum di era Presiden Joko Widodo menjadi sorotan filsuf asal Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung.

Dia membandingkan penegakan hukum yang digembar-gemborkan pemerintah, dengan data lembaga-lembaga HAM internasional yang menyebut bahwa indeks demokrasi Indonesia turun.

Menurutnya, paradoks itu menunjukkan bahwa penegakan hukum yang dijalankan pemerintah otoriter.


“Kan itu cara mudah memahami hukum. Kalau ada penegakan hukum dan indeks (demokrasi) juga naik, maka hukumnya demokratis,” tegasnya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (12/2) malam.

Rocky sengaja menggunakan kacamata internasional agar lebih objektif dalam menilai penegakan hukum Indonesia. Dia kemudian memberi contoh lagi tentang teguran World Bank kepada Indonesia atas pembangunan infrastruktur yang dilakukan.

“Mengapa World Bank menegur Indonesia?” tanyanya.

“Karena ada kontrak swasta yang batal karena BUMN masuk. Kan itu nggak fair,” jelas pria berkacamata yang akrab disapa RG itu.

Dengan kata lain, RG ingin menjelaskan bahwa dari kacamata luar negeri, Indonesia memiliki masalah dalam penegakan hukum. Teguran itu dipastikan objektif dan tidak ada hubungannya dengan perpolitikan di Indonesia.

“Teguran internasional pasti tidak ada urusan dengan pilpres,” tegasnya.

Teguran World Bank, sambungnya, memperlihatkan bahwa wajah hukum Indonesia ada pada perintah penguasa. Sehingga bagi iklim investasi tidak punya kepastian.

“Jadi secara umum orang melihat bahwa di istana terjadi black market of justice, entah itu untuk urusan apa,” jelasnya.

Sejumlah penilaian dari kritikus dalam negeri, lanjut RG, memang mampu dipatahkan kubu pendukung Jokowi. Tapi baginya, kritik dari dunia internasional tidak mungkin bisa dipatahkan.

“Cermin internasional you nggak bisa pecahin, ada jauh di sana,” sambungnya.

“Ini yang ingin saya terangkan ada black market of justice,” demikian Rocky menekankan. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya