Berita

Suasana diskusi publik The Indonesian Institute (TII)/RMOL

Politik

Peneliti TII: Jumlah Milenial Golput Sangat Besar

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 | 18:43 WIB | LAPORAN:

Penelitian menemukan indikasi bahwa angka golput terus membengkak menjelang Pemilu 2019. Pilihan untuk tidak memilih di Pemilu atau golput menguat di antara generasi milenial.

Hal itu disampaikan Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII), Fadel Basrianto, dalam diskusi "Ekspektasi Milenial Pasca Pemilu 2019", di Kantor The Indonesian Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

"Milenial itu memiliki karakteristik yang happy. Dia jengah dengan politik. Ini yang perlu diwaspadai oleh kedua belah kandidat, golputnya milenial," ungkap Fadel.


Kaum milenial cenderung menjauh dari perpolitikan akibat fenomena hoaks atau informasi bohong begitu besar dalam kampanye pemenangan masing-masing pasangan calon. Hoaks diproduksi masif oleh tim Joko Widodo-Maruf Amin (01) maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (02).

"Kontra produktif apa yang dilakukan kedua calon. Mereka tidak mengakomodir karakter milenial untuk direkrut, tapi malah menjauhi karakter milenial. Itu yang perlu diketahui," lanjut Fadel.

Dia menyarankan dua pasangan calon Pilpres 2019 lebih fokus mencari solusi dari ragam masalah yang sedang terjadi di masyarakat seperti masalah lapangan pekerjaan dan harga bahan pokok. Itu jauh lebih baik ketimbang mereka saling hujat dan saling serang lewat media massa.

"Saya kira, 01 dan 02 harus fokus pada isu lingkungan yang lebih asyik, tidak ngomong yang besar-besar. Ngomong lapangan perkerjaan tidak sekadar janji 'kita akan membuka lapangan pekerjaan', tapi lapangan pekerjaan seperti apa?" ungkap Fade;.

Jika dua kubu yang bertarung tidak mengubah gaya kampanyenya dalam waktu dua bulan mendatang, pihaknya yakin angka golput membengkak pada hari pemilihan.

"Hari ini saya kira absensi dari milenial akan sangat besar di Pemilu 2019," tekan Fadel. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya