Berita

Anggawira/Dok Pribadi

Politik

Dukungan Pengusaha Untuk Paslon 01 Kontraproduksi Kebijakan Ekonomi Jokowi

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 | 08:26 WIB | LAPORAN:

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli Joko Widodo-Maruf Amin di kalangan pemilih kelompok pengusaha.

Paslon nomor urut 02 mendapat dukungan suara 81,2 persen.

Survei Nasional Pemilihan Presiden 2019 terbaru dari Celebes Research Center (CRC) juga menemukan pemilih kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendukung Prabowo-Sandi 42,9 persen suara, sedangkan Jokowi-Maruf 28,6 persen.


Menanggapi hal itu, anggota BPN Prabowo-Sandi, Anggawira mengatakan, kebijakan pemerintah dalam hal ekonomi nampaknya tidak berdampak positif bagi kalangan pengusaha.

"Saya rasa survei ini mencerminkan bahwa para pengusaha menilai kondisi bangsa ini secara ekonomi cukup berat," ujar Anggawira.

Anggawira yang juga ketua salah satu organisasi pengusaha ini menambahkan, kebijakan ekonomi yang dulu sangat konstruktif sekarang justru sangat sporadis dirasakan para pengusaha.

"Padahal para pengusaha yang tergabung dalam Kadin ikut di dalam Pokja yang dibentuk pemerintah untuk mengawal PKE (Paket Kebijakan Ekonomi). Namun, perlahan-lahan semangat reformasi ekonomi ini turun," sambung caleg DPR Dapil Jawa Barat VIII ini.

PKE ke-16 dicermatinya tidak disusun melalui konsultasi yang baik dengan pelaku usaha, sehingga berdampak protes dari kalangan pengusaha.

"Sangat disayangkan implementasi dari berbagai kebijakan pemerintah sekarang masih jauh dari harapan. Selain itu, OSS (Online Single Submission) yang awalnya diharapkan sebagai pendorong investasi malah menjadi beban baru karena belum terintegrasi penuh antara pusat dan daerah," katanya.

Hemat pengusaha muda ini, sekarang yang perlu dilakukan pemerintah ialah membangun industri yang mulai bergeliat lagi dari akhir 2017 lalu. Ini tercermin dari komposisi impor bahan baku/barang penolong yang terus naik, konsumsi otomotif yang meningkat dan bertumbuhnya jasa logistik.

"Seharusnya kita bisa manfaatkan momentum ini. Ditambah lagi, proyeksi ekonomi global dalam kurun tiga tahun ke depan akan turun. Jadi saat ini waktu yang tepat untuk membangun kembali industri kita mulai dari hulu sampai ke hilir, mulai dari padat karya sampai full automation," tutup Anggawira.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya