Berita

Wakil Ketua DPR Fadli Zon/RMOL

Politik

Fadli Zon: Penetapan Tersangka Slamet Maarif Untuk Menghambat Kemenangan 02

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 14:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Setelah musisi Ahmad Dhani, giliran Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif yang dibungkam lewat kriminalisasi hukum.

Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Pemilu.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, vonis Ahmad Dhani dan tersangka Slamet Maarif termasuk pemeriksaan Rocky Gerung sebagai upaya pembungkaman kritik dan menghambat perjuangan Prabowo-Sandi.


"Saya lihat ini adalah bagian dari upaya untuk membungkam kritik. Sekaligus juga menghambat kerja BPN untuk memenangkan Prabowo-Sandi," kata politisi Gerindra ini di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 11/2).

Sebab, lanjut Fadli, maraknya penangkapan sejumlah tokoh dan tim sukses paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi terjadi menjelang Pilpres 2019. Dia menduga penangkapan dan penetapan tersangka kepada pihaknya seperti sengaja ditarget oleh pihak tertentu.  

"Ini polanya makin hari mendekati Pemilu makin banyak tokoh-tokoh yang merupakan bagian dari BPN seperti ditarget. Mulai dari saudara Ahmad Dhani, Buni Yani, kemudian Slamet Maarif dan tak tokoh lainnya," sesal Fadli.

Dewan Penasehat BPN Prabowo-Sandi ini menambahkan, pihaknya akan mengupayakan pembelaan hukum secara all out kepada sejumlah tokoh dan timsesnya yang tersandung kasus hukum jelang Pilpres.

"Kami akan bela habis-habisan tentu saja, karena menurut saya, jangan dikriminalisasi. Karena banyak juga pelanggaran yang dilakukan paslon 01 tapi tidak ditindaklanjuti," pungkas Fadli. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya