Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Ujian Kebijaksanaan Puntadewa

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 08:22 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI dalam kisah Wayang Purwa yang berakar pada Mahabharata terdapat lima tokoh Pandawa bersaudara terdiri dari Puntadewa, Werkudara, Permadi, Nakula, Sadewa yang di dalam kisah Mahabharata menyandang nama Yudistira, Bisma, Arjuna, Nakula, Sadewa.

Masa Pembuangan

Dalam pertikaian perebutan kekuasaan melawan Kurawa bersaudara yang berjumlah seratus orang, Pandawa Lima sempat mengalami masa pembuangan.


Pada masa pembuangan tersebut terjadi suatu episode yang melukiskan kebijaksanaan Puntadewa.

Ketika Pandawa Lima sedang dalam kondisi kehausan di dalam hutan, Sadewa pergi mencari air minum untuk saudara-saudaranya. Setelah Sadewa tak kunjung kembali maka Nakula pergi menyusul. Namun Nakula juga tidak kembali maka Permadi menyusul yang kemudian disusul Werkudara.

Setelah keempat adindanya tak kunjung kembali maka pergilah Puntadewa mencari mereka.

Teka Teki

Sesampai di tepi sebuah telaga, Puntadewa melihat seorang raksasa mengerikan berdiri di samping jenazah Werkudara, Permadi, Nakula dan Sadewa.

Sang raksasa kemudian berkata pada Puntadewa bahwa barang siapa ingin minum air dari telaga tersebut harus sanggup menjawab sebuah teka-teki yaitu makhluk apakah yang saat kecil berkaki empat dewasa berkaki dua dan setelah tua berkaki tiga?

Puntadewa menjawab bahwa makhluk itu adalah manusia yang di masa kecil belum sanggup berjalan maka merangkak dan setelah dewasa sanggup berjalan dengan kedua kakinya lalu setelah tua tubuhnya mulai bungkuk dan melemah kakinya maka membutuhkan tongkat sebagai penyangga tubuh.

(Di masa kini teka-teki itu bisa berubah menjadi “makhluk apakah apakah yang saat kecil berkaki empat, dewasa berkaki dua dan setelah tua berkursi roda”).

Keadilan

Sang raksasa kagum atas kemampuan Puntadewa menjawab teka-tekinya lalu menanyakan pada Puntadewa, jika ia dapat menghidupkan satu dari keempat saudaranya maka yang manakah yang akan dihidupkan.   

Puntadewa bisa saja meminta Permadi atau Werkudara sebagai saudara kandungnya untuk dihidupkan namun Puntadewa menjawab bahwa Nakula lah yang ia minta untuk dihidupkan.

Ketika sang raksasa menanyakan alasannya maka Puntadewa menjawab bahwa jika keempat putra Pandu meninggal maka yang tersisa adalah seorang putra dari Dewi Kunti, maka sebagai putra sulung dari Dewi Kunti ia meminta Nakula, putra sulung dari Dewi Madrim.

Dengan demikian keturunan Pandu dari Dewi Madrim dan Dewi Kunti tetap hadir di dunia.

Sang Raksasa terharu atas jawaban tersebut lalu menghidupkan Bima, Permadi, Nakula, Sadewa. Sementara dirinya sendiri berubah menjadi Batara Darma yang turun ke marcapada demi menguji kebijaksanaan Puntadewa. [***]


Penulis adalah Pembelajar Kebudayaan Nusantara




Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya