Berita

Joko Widodo-Maruf Amin saat debat perdana, pertengahan Januari 2019/Net

Politik

PILPRES 2019

Dulu Nggak Mikir Sekarang Rajin Menyerang, Kenapa?

MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 | 16:29 WIB | LAPORAN:

Terjadi hal yang tak biasa. Jokowi yang dulunya kalem, rapopo dan nggak mikir, sekarang bergaya ofensif. Bahasa kerennya, Jokowi tancap gas menyerang balik Prabowo Subianto yang jadi penantangnya di Pilpres 2019.

"Pak Jokowi memulai strategi ofensif (karena) mulai khawatir dengan pertumbuhan elektabilitas Prabowo yang berpotensi menyalipnya," kata analis politik Pangi Syarwi Chaniago melalui pesan elektronik kepada Kantor Berita Poltik RMOL, Minggu (10/2).

Bisa jadi juga, kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu, strategi ofensif dijalankan karena Jokowi mulai lelah dengan propoganda ofensif sang penantang. Berkali-kali dan di banyak kesempatan Jokowi diasosiasikan sebagai antek asing, pro impor, hutang, pro tenaga kerja asing dan sejenisnya.


"Dengan menyerang balik, serangan dan narasi negatif yang dialamatkan ke Jokowi mulai sedikit mereda. Hasilnya Prabowo tidak terlalu sering melancarkan serangan ofensif dengan pendekatan game theory propoganda politik ke kubu petahana," sambung Pangi.

Bisa jadi juga, katanya, gaya ofensif dipilih sebagai cara Jokowi untuk melihat seberapa kuat daya tahan atau kemampuan bertahan Prabowo.

Pangi menyebut strategi ofensif Jokowi harus dibarengi dengan narasi-narasi yang telah diperhitungkan sebelumnya. Bisa berbalik menjadi blunder jika dilakukan dengan pengelolaan isu yang salah.

"Baiknya, balik saja ke trayek awal substansi kampanye dengan narasi dan literasi yang bernas, kembali bahas janji kerja, visi misi, harapan baru. Sederhana, bagi petahana fokus saja memainkan peran bagaimana satu persatu menjawab janji kampanye tempo dulu. Apa yang diinginkan rakyat dijawab, dijelaskan semua kerja keras, monumen prasasti keberhasilan atau capaian pemerintah selama ini agar masyarakat terpuaskan dengan kinerja petahana," tukas dia.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya