Berita

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (tengah)/Net

Politik

Surya Paloh Tidak Masalah Dengan Kritikan Prabowo

SABTU, 09 FEBRUARI 2019 | 17:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, masyarakat sudah punya nalar untuk menakar kritik Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal pemerintahan sejak Orde Baru hingga sekarang.

"Masyarakat pasti bisa milah-milah, mana yang cocok dan yang tepat, 'ah ini hanya ngomong doang kali', masyarakat tahu itu semua," ujar Paloh di Surabaya, Jawa Timur (Sabtu, 9/2).

Menurut dia, wajar saja Prabowo mengkritik, meski tidak pernah merasakan berada di pemerintahan. Sebab mantan Danjen Kopassus itu berada di pihak oposisi.


Nasdem, lanjut Paloh, konsisten menghargai pendapat berbeda itu. Hanya saja, jangan sampai pernyataan itu memecah persatuan.

Paloh juga menganggap wajar Prabowo yang mengkritik pemerintahan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab dalam satu koalisi pun, ada pihak yang berbeda pandangan. Yang jelas, jangan sampai memecah persatuan bangsa.

Ditambahkan Paloh, Presdien Joko Widodo juga siap menghadapi kritik terhadap pemerintahannya. Dipastikan petahana tidak mengelak jika dikritik. Karena memang tak ada satu pemimpin yang sempurna, semua punya kekurangan.

Prabowo Subianto sebelumnya melontarkan kritik terhadap pemerintahan Indonesia dari masa ke masa. Dia menyebut pemerintah salah kelola negara. Namun, kritikan itu tidak sepenuhnya diterima Partai Demokrat, karena pembangunan era Presiden SBY pembangunan sangat tampak dan terasa, semua on the track. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya