Berita

Supian Hadi/Net

Politik

Parpol Gagal Cetak Kepala Daerah Berintegritas, Terbaru Bupati Kotawaringin Timur

SABTU, 09 FEBRUARI 2019 | 15:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Supian Hadi yang merupakan Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sekaligus kader PDIP yang ditangkap KPK terkait korupsi penerbitan izin usaha pertambangan karena diduga merugikan negara Rp 5,8 triliun dan 711 ribu dolar AS adalah cermin gagalnya sistem politik yang dibangun oleh partai politik.

Demikian pendapat analis politik dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (9/2).

"Parpol sebagai supplier kepala daerah, terbukti gagal menghadirkan politisi berintegritas, kasus seperti ini bukan kali pertama, harus ada pembenahan dalam proses rekruitasi hingga pengawasan di tubuh parpol itu sendiri," kata Dedi.


Dedi menambahkan hilangnya integritas parpol sebagai pemicu banyaknya kader korupsi hanya menjadikan integritas parpol tersebut sebagai slogan, sehingga tidak berdampak pada aktivitas parpol yang jujur dan bersih.

"Sejauh ini (integritas politik) hanya sebatas slogan, bisa jadi politisi tidak memahami implementasi integritas," ujarnya.

Menurutnya, integritas seharusnya dibuat lebih praktis, parpol membuat sanksi tegas ketika ada kader korupsi.

"Semisal membuat laporan kepada pihak berwenang, dengan tuduhan pencemaran nama baik parpol, mengkhianati norma dan etika parpol, dan hal lain yang bersifat implementasi, bukan imbauan atau sekedar memecat secara administratif," lanjut Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik ini.

Lebih jauh, Dedi menyoroti ada kepribadian ganda di tubuh parpol. Parpol seharusnya tidak melepas tanggungjawab dengan memecat kadernya saat terbukti korupsi. Karena bagaimana pun parpol ikut andil dalam pembinaan politisi yang korupsi.

"Normanya demikian, parpol harus ikut campur dalam sanksi, atau bisa saja justru parpol ikut terlibat menerima sanksi. Sehingga kader dan parpol satu kesatuan, jangan jika terpilih diakui sebagai kader, saat tercela langsung dipecat, ini penanda parpol tidak bertanggungjawab," tutupnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya