Berita

KH. Nurul Yakin Ishak/Net

Politik

Saatnya Kiai Menentukan Arah Kebijakan Negara

SABTU, 09 FEBRUARI 2019 | 14:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Istighotsah bukan saja merupakan tradisi bagi kaum Nahdliyyin, tetapi juga sudah menjadi kebutuhan. Dengan beristighotsah dapat membentuk karakter menjadi lebih baik, memperbaiki akhlak dan adab kepada sesama.

Demikian disampaikan Katib Syuriah PBNU yang juga inisiator Majelis Ulama dan Umara Nusantara (Maulana) KH. Nurul Yakin Ishak pada acara Istighotsah Akbar bersama warga NU Jakarta Utara dan silaturrahmi kader MKNU di Pondok Pesantren Asholihinal Abror, Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (7/2) lalu.

Pada acara itu hadir, pengasuh Pesantren Assholihinal Abror KH. Mukhlis Fadil, pimpinan Pesantren Tremas yang juga Katib Syuriyah PBNU KH. Lukman Harits Dimyati, Al Habib Salim bin Sholahudin bin Jindan serta ratusan anggota Banser, Ansor, IPNU, Muslimat NU dan alumni MKNU.


Istighotsah bermakna meminta pertolongan ketika keadaan sukar dan sulit kepada Allah SWT.

Sekarang ini, kata Kiai Nurul Yakin, banyak cara berpikirnya terbalik, logikanya terbalik. Yang baik dibilang buruk sebaliknya yang buruk dibilang baik

"Sekarang ini banyak yang haq dibilang batil yang batil dibilang haq. Yang benar dibilang hoax yang hoax dianggap benar. Fitnah dianggap biasa yang nyata dibilang pencitraan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dua juga mengingatkan bahwa peran ulama dan santri NU sangat besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan NKRI, karena itu saatnya sekarang kiai ikut terlibat langsung dalam menentukan arah kebijakan negara.

"Saatnya sekarang kiai menentukan arah kebijakan negara, kita jangan hanya seperti dorong mobil mogok, mobilnya jalan kita ditinggal, makanya Kiai Maruf Amin harus menang," ungkap Kiai Nurul Yakin.

Sementara itu, Habib Salim bin Jindan menegaskan negara ini berlandaskan Pancasila, oleh sebab itu dia mengajak semua pihak untuk menjaga dan mempertahankan NKRI.

"Hai kalian yang tidak suka dengan demokrasi, tidak suka dengan Pancasila, tidak suka dengan NKRI keluar kalian dari Indonesia," tutupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya