Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Tudingan "Propaganda Rusia" Menunjukkan Rendahnya Etika Pergaulan Internasional

SABTU, 09 FEBRUARI 2019 | 12:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Tuduhan Presiden Joko Widodo terkait adanya tim kampanye yang menggunakan "propaganda Rusia" dinilai sangat membabi buta dan menunjukkan rendahnya etika dalam hubungan bilateral antar negara.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu (9/2).

Menurut Pangi, tidak semestinya seorang kepala negara menggunakan terminologi negara lain. Sebab, hal itu berdampak pada harmonisasi dengan negara tersebut.


"Terlalu serampangan dan membabi buta (ucapan Jokowi) dan menunjukkan rendahnya etika kita sebagai sebuah negara dalam pergaulan internasional," ujar dia.

Bahkan, lanjut Pangi, pernyataan Jokowi sampai direspons oleh pemerintah Rusia dan melakukan klarifikasi atas tuduhan tersebut.

"Ceroboh, ini tentu akan merusak citra negara kita dalam pergaulan dunia internasional," tegasnya.

Dan sangat disesalkan jika maksud dari ucapan Jokowi yang juga capres petahana itu hanya untuk kepentingan elektoral.

"Semestinya menjaga etika dan tata krama pergaulan internasional untuk menjaga marwah dan kepentingan nasional negara kita. Jangan sampai motif politik sesaat menjadikan Indonesia dipandang rendah dalam pergaulan internasional,"tutup Pangi. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya