Berita

Politisi Demokrat Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief Koreksi Pendapat Prabowo Subianto, Tapi..

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 12:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengoreksi pernyataan Capres 02 Prabowo Subianto yang menyebutkan pembangunan Indonesia sejak Orde Baru hingga kini menuju arah yang keliru.

Menurut Andi Arief, Indonesia pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pembangunan sangat tampak dan terasa, semua on the track.

"Indonesia 2004 sd 2014 ekonomi tumbuh dan demokrasi berjalan dengan baik. Semua on the track jaman SBY, saya mengoreksi pendapat Pak Prabowo yang bilang Indonesia salah jalan, yang salah jalan itu Orba dan Indonesia 2014-hingga saat ini," tulis dia di akun Twitter ‏ @AndiArief__.


Andi Arief mengungkapkan, pada periode SBY lah Prabowo bisa menikmati pertumbuhan ekonomi dan menjalani masa-masa rehabilitasi melalui demokrasi yang tepat sehingga bisa mendirikan Partai Gerindra dan akhirnya bisa ikut Pilpres tiga kali.

"Demikian koreksi saya, mungkin jaman Orba bapak dibayang2 Pak Harto," sebutnya.

Namun demikian, lanjut Andi Arief, Partai Demokrat akan terus mendukung Prabowo pada Pilpres 2019 sekarang. Tetapi terhadap pendapat Prabowo yang salah Demokrat punya prinsip dan pendirian.

"Kami ingin bapak menang tetapi masa rehabilitasi 2004-2014 jangan dilupakan, di situlah bapak menjadi sipil yang fleksibel," ungkapnya.

"Lanjutkan perjuangan Pak Prabowo, semburkan kebaikan, jangan meniru Jae sebelah yang menyemprotkan baygon politik hampir setiap hari yang memusnahkan akal sehat!!" pungkas Andi Arief menambahkan.

Pernyataan arah pembangunan ekonomi nasional sejak zaman Orba menuju keliru disampaikan Prabowo saat berorasi pada peringatan HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sports Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2). [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya