Berita

Dinna Wisnu/Dok pribadi

Politik

PROPAGANDA RUSIA

Rusia Pernah Alami Lebih Buruk Dari Sekadar Pernyataan Jokowi

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 11:29 WIB | LAPORAN:

Kedua pasangan calon presiden baik 01 maupun 02 ketimbang saling serang sebaiknya fokus mempersiapkan peran Indonesia dalam kancah politik internasional, khususnya menghadapi Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan pengamat hubungan intenasional dari Universitas Bina Nusantara, Dinna Wisnu menanggapi pernyataan Joko Widodo bahwa tim sukses menggunakan propaganda ala Rusia.

"Para kandindat dan tim kampanye harus fokus untuk menyampaikan gagasan mereka bagaimana peran Indonesia lima tahun ke depan dalam politik internasional yang cenderung unipolar, di mana AS tidak mau mematuhi kesepakatan-kesepakatan multilateral," ujar Dinna Wisnu saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/2)


Isu propaganda ala Rusia yang dilempar Jokowi saat  kampanye akhir pekan lalu, juga hemat Dinna, perlu segera diluruskan oleh kementerian terkait di Kabinet Kerja.

"Sebagai orang timur, mungkin menambah pekerjaan bagi kementerian terkait untuk meluruskan masalah tersebut dan jangan dibiarkan menguap," kata Dinna.

Namun begitu, ia menilai terlalu jauh menyimpulkan hubungan kedua negara berpotensi rusak karena pernyataan kontroversial Jokowi tersebut.

"Indonesia-Rusia berada dalam hubungan yang baik. Saya sendiri melihat Rusia pernah mengalami hal yang lebih buruk dari sekedar pernyataan Jokowi seperti Presiden Putin dituduh terlibat dalam pembunuhan Skripal oleh pemerintah Inggris, terlibat di Krimea, dan lainnya," papar Dinna.

"Jadi mereka (Rusia) dapat memahami mana yang lebih prioritas dalam hubungan kedua negara," lanjutnya. [wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya