Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Perjuangan Peradaban Menegakkan Keadilan

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 11:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia kata adil bermakna: 1 sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak: keputusan hakim itu adil ; 2 berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran; 3 sepatutnya; tidak sewenang-wenang: para buruh mengemukakan tuntutan yang adil.

Fisika

Di dalam ilmu fisika, kondisi sama berat lebih mudah dihadirkan. Sebab berat bisa diukur, namun pada kehidupan sosial kondisi sama berat jauh lebih sulit bahkan mustahil sempurna dihadirkan sebab berat tidak bisa diukur secara akurat.


Adil bagi seseorang bisa dianggap sama sekali tidak adil bagi orang lain. Maka adil-tidaknya keputusan hakim selalu bisa diperdebatkan akibat kenisbian makna keadilan.

Perdebatan tentang keadilan telah melahirkan berbagai aliran pemikiran hukum dan teori-teori sosial lainnya. Dua titik ekstrim keadilan, adalah keadilan yang dipahami sebagai sesuatu yang irasional dan pada titik lain dipahami secara rasional.

Tentu saja banyak varian-varian yang berada di antara kedua titik ekstrim tersebut.

Moral

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan peradaban yang besar.

John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) utama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran." Tapi, menurut para pemikir lainnya, keadilan pada hakikatnya tidak ada maka timbul keyakinan bahwa: Kita hidup di dunia yang tidak adil.

Penegakan

Namun semua sepakat bahwa ketidakadilan harus dilawan maka banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia berjuang menegakkan keadilan. Namun banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan. Bahkan definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas.

Keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya. Justru kondisi “pada tempatnya” itu an sich menimbulkan masalah tersendiri sebab bisa saja saya menganggap sesuatu hal “sudah pada tempatnya” namun anda menganggap “belum pada tempatnya.”

Sementara dia menganggap upaya meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya pada hakikatnya absurd bahkan mustahil akibat setiap orang memiliki kaidah masing-masing yang beda dengan orang lain tentang “pada tempatnya”.

Kelirumologis

Secara kelirumologis upaya menegakkan keadilan yang terkesan mustahil justru merupakan suatu tantangan peradaban bagi umat manusia untuk terus gigih berjuang menegakkan keadilan.

Manusia adalah satu-satunya jenis mahluk hidup yang sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Kesadaran atas ketidak-sempurnaan diri justru yang membedakan manusia dengan margasatwa dan tanaman.

Juga beda dari satwa dan puspa, manusia dianugrahi semangat untuk senantiasa berjuang mencari kesempurnaan sebagai suatu energi naluriah yang membentuk peradaban. Maka makin tinggi peradaban manusia makin keras pula perjuangan dirinya untuk makin mendekatkan diri kepada kesempurnaan termasuk menegakkan apa yang disebut sebagai keadilan. [***]


Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan



Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

BNI dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Dana Riset

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:10

KPK Agendakan Ulang Periksa Budi Karya Pekan Depan

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:05

BGN Tegaskan Jatah MBG Rp8–10 Ribu per Porsi, Bukan Rp15 Ribu

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:52

PDIP Singgung Keadilan Anggaran antara Pendidikan dengan MBG

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Usulan THR Bebas Pajak

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:25

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Nadiem dan Harga Chromebook Dinilai Wajar

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:20

Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:18

Legislator PDIP Minta Tukang Ojek Pandeglang Dibebaskan dari Tuntutan Hukum

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:11

Meksiko Jamin Piala Dunia 2026 Aman usai Bentrokan Kartel

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00

5 Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:54

Selengkapnya