Berita

Febri Diansyah/Net

Politik

KPK Yakin Politik Anti Mahar Bisa Minimalisasi Praktik Korupsi

RABU, 06 FEBRUARI 2019 | 22:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai politik harus terus berinovasi dalam mencegah para kader melakukan praktik korupsi saat nanti terpilih menjadi pejabat negara.

Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengapresiasi langkah Partai Nadem yang menerapkan politik anti mahar. Baginya, langkah itu akan efektif dalam mencegah adanya kepala daerah atau anggota dewan terlibat korupsi.

Sebab, mahar politik yang dibebankan kepada kader akan membuat politik menjadi berbiaya tinggi.


“Kalau politik butuh biaya tinggi misal jadi kepala daerah atau anggota DPR atau DPR, kami duga menjadi faktor pendorong korupsi ketika menjabat nanti," terangnya kepada wartawan, Rabu (6/2).

Nasdem, sambungnya, harus menjaga gaya politik anti mahar tersebut. Partai memang harus memiliki standar integritas bagi para kader dan tidak mendasari penugasan pada mahar politik.

“Diharapkan terus diimplentasikan sehingga kita punya harapan lebih proses Pemilu 2019 lebih bagus," tegasnya.

Senda dengan itu, Sekjen Partai Nasdem, Johnny G Plate juga menilai politik berbiaya tinggi sebagai pangkal terjadi praktik korupsi. Nasdem mencegah hal tersebut dengan tidak memungut dana bagi para caleg yang akan maju.

"Di Nasdem tidak ada mahar politik. Baik di pilkada, pileg maupun pilpres. Tidak ada maharnya," tegasnya.

Nasdem ingin membuktikan bahwa gerakan perubahan restorasi Indonesia itu bukan sebatas slogan saja. Nasdem memang benar-benar lahir untuk mengoreksi sistem yang tidak sesuai dengan cita-cita reformasi.

“Makanya, Nasdem ingin mengambil bagian untuk memperbaiki," demikian Johnny. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya