Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Soal Konsultan Asing, Jokowi Harus Minta Maaf Kepada Prabowo

RABU, 06 FEBRUARI 2019 | 09:45 WIB | LAPORAN:

. Calon Presiden petahana, Joko Widodo dituntut untuk segera meminta maaf kepada kompetitornya Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi mengatakan Jokowi telah menuduh Prabowo menggunakan konsultan asing untuk kampanye pemenangan Pilpres, namun Jokowi yang justru diduga kuat telah menyewa konsultan asing.

"Yang harus dilakukan Jokowi bukan klarifikasi, tetapi meminta maaf karena telah memfitnah Prabowo dengan tuduhan menggunakan konsultan asing," ujar Bin Firman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/2).


Nama Jokowi tercatum sebagai salah satu klien seorang ahli strategi politik ternama asal Amerika Serikat, Stanley B. Greenberg, PhD. Mengutip political-strategist.com, dijelaskan bahwa Greenberg merupakan pengumpul pendapat, ahli strategi politik, peneliti dan penulis kawakan.

Dia dikenal di seluruh dunia untuk panduan ilmiah dan berbasis penelitian yang telah membantu ratusan politisi, partai politik, perusahaan dan organisasi akar rumput untuk mewujudkan tujuan mereka. Penelitian Greenberg yang mendalam dan ekstensif kerap kali mengungkapkan kebenaran yang andal yang berhasil membantu politisi maupun korporat.

Terkait itu, Bin Firman menegaskan, sebenarnya tidak ada masalah jika Jokowi maupun Prabowo menggunakan konsultan asing. Karena hal tersebut merupakan hak politik mereka untuk merebut kemenangan, asalkan tak melanggar undang-undang.

"Hal tersebut sah-sah saja. Yang jadi masalah adalah ketika menuduh orang lain melakukan sesuatu akan tetapi justru dia sendiri yang melakukan. Ini fitnah namanya," pungkas pengamat politik ini. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya