Berita

Joko Widodo dan Maruf Amin saat tampil di debat perdana KPU, 17 Januari 2019/Net

Politik

Era Jokowi: Doa Saja Direvisi, Apalagi Kebijakan

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 10:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sangat mudah dan cepat merevisi sebuah kebijakan? Pertanyaan mengenai kebiasaan tidak baik di era pemerintahan Joko Widodo ini sempat menggelayut di benak Wakil Sekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar.

"Saya sempat berpikir mengapa di era sekarang banyak yang direvisi ya?" ujar dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/2).

Dia menyebutkan beberapa contoh revisi yang dilakukan oleh Jokowi dan lingkaran kekuasaannya yang terjadi kurang dari dua bulan terakhir. Pertama, soal pembebasan Abu Bakar Baasyir. Jokowi mengatakan Baasyir dibebaskan dengan pertimbangan kemanusiaan. Beberapa hari kemudian pernyataan Jokowi itu dimentahkan oleh Menko Polhukam Wiranto. Hingga sekarang Baasyir pun mendekam di dalam penjara.


Kedua, menyanyikan Indonesia Raya di bioskop sebelum film diputar. Surat imbauan sudah disebar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Namun kurang dari seminggu, Imam mengamputasi kebijakannya itu.

Ketiga, Jokowi berjanji mengangkat 17 ribu penyuluh pertanian menjadi PNS. Di hadapan ribuan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) di acara Silaturahmi THL-TBPP Indonesia di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (3/2), Jokowi mengatakan pengangkatan bisa langsung dilakukan setelah dirinya menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) dan Keputusan Presiden (Keppres).

Tapi sehari kemudian janji Jokowi ini direvisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin. Dia menegaskan penyuluh pertanian tak bisa jadi PNS.

Lebih heboh lagi, kata Renanda, ketika kader PPP yang merupakan salah satu pendukung utama Jokowi, Romahurmuziy (Romi) meminta Kiai Maimoen Zubair merevisi doanya. Peristiwa itu terjadi saat Jokowi mengunjungi kediaman Mbah Moen di Ponpes Al-Anwar, Rembang, Jumat (1/2) malam.

Saat itu, doa Mbah Moen dalam bahasa Arab yang menyebut nama Prabowo diminta Romi diulang dan diganti dengan nama Jokowi.

"Nah sekarang ini doa saja bisa direvisi?" tanya Renanda terheran.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya