Berita

Sodik Mudjahid/Net

Politik

Soal Cak Jancuk, Gerindra: Jokowi Itu Capres Bukan Calon Preman

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 18:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penyematan gelar Cak Jancuk kepada calon presiden, Joko Widodo oleh para pendukung di Jawa Timur dinilai terlalu berlebihan.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid menilai tidak semestinya pendukung memberi gelar yang mengandung konotasi negatif. Pendukung Jokowi juga harus sadar bahwa pilpres harus dibarengi nilai-nilai edukasi.

Apalagi, sambung Sodik, pilpres merupakan ajang mencari presiden, bukan preman.


"Saya kira ini adalah pendidikan ya. Kecintaan apapun kepada jagoannya harus sesuai dengan kapasitasnya. Karena dia calon presiden bukan calon preman, bukan (juga) calon penguasa yang kaya preman," ujar Sodik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).

Dia juga menyinggung sikap Jokowi yang seolah mengamini dirinya diberi gelar “jancuk”. Seharusnya, Jokowi meminta kepada pendukungnya untuk meralat gelar tersebut.

"Contohnya, ‘terima kasih atas penghargaannya, tapi plis tolong gelarnya itu gelar yang tidak mengandung konotasi buruk’,” pungkasnya. [ian]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya