Berita

JS Prabowo/Net

Politik

JS Prabowo: Kalau Capres Hobi Nyari Musuh, Bagaimana Rakyat Bisa Tenang

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 15:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tudingan calon presiden Joko Widodo tentang propaganda Rusia yang disiapkan salah satu tim sukses dalam Pilpres 2019 terus menuai polemik.

Mantan Kepala Staf Umum TNI, Letjen (purn) Johannes Suryo (JS) Prabowo turut membahas tudingan yang disampaikan Joko Widodo saat acara deklarasi sedulur kayu dan mebel (Sekabel) Jokowi, di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Propaganda Rusia yang dimaksud Jokowi mengacu pada tudingan-tudingan negatif dan hoax yang kerap menyudutkan pada dirinya.


JS Prabowo menilai akar dari masalah ini terletak pada diri Jokowi yang sering membuat masalah. Bahkan kini mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebarkan hoax hingga membawa nama negara lain.
 
“Problemnya adalah Bapak sering membuat problem dan menyebarkan hoax sampai ke Rusia,” tegasnya di akun Twitter pribadi sesaat lalu, Senin (4/2).

JS Prabowo mengingatkan Jokowi bahwa dalam politik harus berpegang satu prinsip, yaitu satu musuh terlalu banyak dan seribu teman terlalu sedikit.

Dia tidak ingin, Jokowi terus mencari musuh. Apalagi, musuh tersebut adalah negera-negara yang memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Sebab, langkah Jokowi mencari musuh akan membawa bahaya bagi rakyatnya sendiri.

“Kalau capres hobinya nyari musuh, bahkan antar negara, bagaimana rakyat bisa tenang? Dah serius nih, biar #2019GantiPresiden,” tutupnya. [ian]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya