Berita

Ahmad Dhani/Net

Hersu Corner

Ahmad Dhani, Blunder Terbesar Jokowi?

MINGGU, 03 FEBRUARI 2019 | 18:11 WIB | OLEH: HERSUBENO ARIEF

PANGGUNG besar pertunjukan musisi Ahmad Dhani Prasetyo baru saja dimulai.  Ahad pagi (3/2)  link  video konser Dewa 19 di Stadion Malawati, Shah Alam, Kuala Lumpur beredar secara massif di berbagai platform medsos.  

Konser yang berlangsung Sabtu malam ( 2/2) semula dibuat sebagai ajang reuni Group Band legendaris Dewa 19 yang digawangi Ahmad Dhani. Dua mantan vokalis Ari Lasso dan Once Mekel direncanakan bergabung kembali.

Namun konser reuni itu berubah menjadi konser tribute to Ahmad Dhani.  Konser penghormatan  terhadap Ahmad Dhani. Musikus bengal tapi jenius yang kini mendekam di LP Cipinang. Dia dijebloskan ke penjara karena tuduhan melakukan ujaran kebencian.


Tampil dengan formasi awal Dewa 19, kehadiran Dhani digantikan oleh Abdul Qodair Jaelani (Dul).  Pilihan yang sangat tepat. Dari tampang dan tampilan,  Dul putra bungsu ini merupakan figur yang paling pas merepresentasikan Dhani.

Dul mesti lebih kalem dibanding Dhani, tapi gayanya cuek dan lumayan slengekan dibanding dua orang kakaknya Al Ghazali  dan El Jalaluddin Rumi. Wajahnya pun lebih mirip  Dhani ketimbang Maia.

Lagu yang dipilih oleh Ari lasso “Hadapi Semua Dengan Senyuman” sangat pas menggambarkan watak dan sikap Dhani. Bengal, tak mudah ditundukkan, tapi sangat filosofis,  dan  relijius.

Coba simak syair lagu yang dipetik dari album Laskar Cinta (2004) .

Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi biar terjadi
Hadapi dengan tenang jiwa
Semua kan baik-baik saja

Bila ketetapan Tuhan
Sudah ditetapkan, tetaplah sudah
Tak ada yang bisa merubah
Dan takkan bisa berubah

Relakanlah saja ini
Bahwa semua yang terbaik
Terbaik untuk kita semua
Menyerahlah untuk menang


Silakan simak kembali syair lagu di atas. Dhani seolah sudah memahami jauh sebelumnya,  dia akan menghadapi sebuah situasi yang berat, atas sikap dan pilihan politiknya.

Dia tetap tenang, dan yakin semuanya akan baik-baik saja, pada akhirnya. Dia percaya pada takdir, ketetapan Tuhan. Ini sisi relijiusnya. Semuanya tinggal dia jalani. Ikhlas, pasrah, semeleh. Percaya bahwa skenario Tuhan adalah yang terbaik.

Namun kata-kata dalam bait terakhirnya sungguh khas Dhani. Taktis,  strategis. Terus melawan dalam kondisi apapun. “Menyerahlah untuk menang!” Kata-kata ini sungguh dahsyat dan bertenaga.

Lagu ini membuat stadion Malawati berubah menjadi banjir air mata. Lampu di stadion dimatikan. Ari Lasso mengajak para penggemar Dhani menyalakan lampu gadgetnya sebagai pengganti nyala lilin.

Dul bermain keyboard sambil bercucuran air mata. Ari Lasso tampak memeluk pundak Dul menguatkannya. Di bawah panggung,. Al terihat berlinang air mata sepanjang lagu dan menyandarkan wajah ke bahu seseorang yang berada di dekatnya.

Video ini sukses membuat puluhan ribu orang mewek ketika menyaksikannya. “Be Strong Dhani,” seru Ari Lasso dari atas panggung.

Akun instragram Ari Lasso yang memposting konser tersebut dengan fokus pengambilan gambar Dul,  hanya dalam hitungan jam dibanjiri ribuan komentar dan dukungan.

Tak salah cawapres Sandiaga Uno memilih lagu ini sebagai penghormatan  kepada Dhani. Sandi bermain gitar dan menyanyikan lagu “Hadapi Semua Dengan Senyum” setelah mengunjungi Dhani di penjara, Kamis (31/1).

Front Perlawanan Baru


Andai saja Presiden Jokowi sempat menyaksikan rekaman konser ini,  pasti dia akan menyadari, telah melakukan kesalahan terbesar  dalam upayanya mempertahankan kekuasaan.

Penahanan Dhani menjadi blunder terbesarnya. The damage was done. Kerusakan telah terjadi, tak mungkin di ralat seperti rencana pembebasan Ustad Abu Bakar Ba’asyir, atau pemberian  remisi terhadap kader PDIP yang menjadi pembunuh wartawan.
 
Sesuai dengan karakternya, Dhani mengubah LP Cipinang menjadi panggung pertunjukan terbesarnya. Dhani baru saja memulainya  dengan konser di Shah Alam, Kuala Lumpur.

Di negeri jiran ini selain para pekerja migran asal Indonesia, yang jumlahnya jutaan,  dia punya penggemar besar di kalangan penduduk lokal.  Akan muncul berbagai “konser pertunjukan” Dhani berikutnya.

Penahanan Dhani membuat Jokowi tidak hanya mengahadapi Prabowo-Sandi dan para pendukungnya. Dia mulai saat ini harus bersiap menghadapi perlawanan dari para penggemar Dhani yang pilihan politiknya beragam.  Banyak diantaranya adalah pendukung Jokowi dan mereka yang belum menentukan pilihan.

Perlawanan dari Al, El, dan Dul, anak-anak Dhani juga tak boleh diremehkan. Mereka punya penggemar di kalangan milineal yang tak kalah besarnya. Padahal segmen pemilih yang cukup besar ini  sudah lama digarap oleh Jokowi.

Tangisan Dul dan Al hampir dapat dipastikan membuat perlawanan emak-emak, kian mengeras.  Sebagai ibu,  mereka punya empati besar terhadap penderitaan seorang anak. Apalagi anak-anak dari keluarga yang terpecah seperti keluarga Dhani-Maia.

Kini bapaknya direnggut secara paksa oleh rezim berkuasa, hanya karena pilihan politik yang bebeda.  Mereka akan semakin militan.

Jokowi juga harus menghadapi perlawanan kelompok-kelompok seniman, artis,  pejuang kebebasan berpendapat, dari dalam dan luar negeri.  Mereka banyak yang tidak setuju dengan sikap dan pilihan politik Dhani. Tapi mereka juga tidak sepakat bila ekspresi dan kebebasan berpendapat harus dipasung

Dari internal koalisi Jokowi tanda-tanda perlawanan juga sudah mulai muncul. Kendati tidak menyebut nama, namun Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar membuat status yang menyiratkan ketidak-setujuan atas langkah keras Jokowi menghadapi penentangnya.

Di luar Dhani, polisi kini juga tengah membidik  Rocky Gerung yang dikenal dengan wacana revolusi akal sehatnya.

@CakimiNow : "Saya tidak setuju memenjarakan ide, gagasan dan wacana. Keberhasilan reformasi yang bisa dibanggakan salah satunya adalah kebebasan berpendapat dan berpikir. Agar bangsa kita menjadi cerdas."

Auto kritik Cak Imin ini sangat menohok. Tidak tertutup kemungkinan banyak suara serupa di kalangan internal TKN, maupun pendukung lainnya. Namun mereka tampaknya mencoba menahan diri dan tidak menyuarakannya secara terbuka.

Blunder besar memenjarakan Dhani, pemeriksaan Rocky dan akumulasi  puluhan blunder lainnya,  kini  menjadi ancaman besar bagi Jokowi untuk mempertahankan kursi kepresidenan.

Selain harus menghadapi berbagai front  perlawanan para penentangnya,  ancaman terbesar Jokowi ternyata datang dari dirinya sendiri dan para pendukungnya.

Dia akan kalah karena akumulasi gol lawan, dan gol-gol bunuh diri yang secara terus menerus dilakukannya. [***]

Penulis adalah Pemerhati Ruang Publik. Artikel ini dikirim untuk Kantor Berita Politik RMOL.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya