Berita

Politik

Politisi Senior Golkar: Pemerintahan Jokowi Direndahkan Prabowo

MINGGU, 03 FEBRUARI 2019 | 16:32 WIB | LAPORAN:

Politikus senior Partai Golkar Ginandjar Kartasasmita menyayangkan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang dinilainya merendahkan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Mantan menteri dan pimpinan DPR tersebut menyampaikan, Pemerintahan Jokowi direndahkan Prabowo dengan polemik penyebutan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang. Itulah yang membuat Ginanjar Kartasasmita berpandangan bahwa rezim Pemerintahan Jokowi sangat dihargai di dunia dibandingkan bangsa sendiri. Terlebih, lanjut dia, nilai utang Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang.

"Pandangan masyarakat luar negeri terhadap presiden Jokowi itu jauh lebih kuat dibandingkan dengan bangsa kita sendiri Di sini kita dimaki-maki pencetak utang. Mana bisa pencetak utang? Mana ada negara di dunia ini yang tidak berutang, negara yang utangnya terbesar di dunia tahu nggak siapa? Itu Amerika Serikat, kedua Jepang. Kita jauh di bawah," ucap Ginandjar dalam acara Alumni Menteng 64 Untuk Jokowi, di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No. 31, Jakarta Pusat, Minggu (3/1).


Ayah Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita ini juga menuturkan, banyak impor yang dilakukan oleh Indonesia juga merupakan hal yang biasa, bahkan tidak bisa dikatakan bahwa melakukan impor itu salah.

"Mana ada negara di dunia yang tidak impor. Amerika itu pengimpor minyak terbesar di dunia, kalau tanpa impor dia tidak bisa Amerika mengimpor. Jepang juga impor, tidak bisa dikatakan impor itu salah," ujarnya.

Ginandjar memastikan, pilihannya terhadap Jokowi dalam pemilihan presiden 2014 dan tahun ini merupakan sikap politik yang tepat.

"Jadi kalau sekarang lanjut, saya alhamdulillah. Selama lima tahun itu ternyata harapan kami tidak salah," tegasnya.

"Di bawah kepemimpinan Jokowi begitu banyak gejolak di Indonesia. Namun dia tetap tegar, kita menjadi suatu negara yang dihargai di dunia. Dunia mengatakan begitu," tandasnya.[atm]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya