Berita

Alumni Kanisius Dukung Jokowi/Dok

Politik

Mengapa Alumni Kanisius Dukung Jokowi?

MINGGU, 03 FEBRUARI 2019 | 14:16 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo merupakan sosok yang bersih, demokratis, tegas dan tidak tersandera dengan masa lalu.

Jokowi telah berhasil menjadikan Indonesia sebagai negara kelima terbaik dalam pertumbuhan ekonomi dan menjaga nilai tukar rupiah sehingga stabil.

Demikian disampaikan salah seorang inisiator Alumni Kolese Kanisius Dukung Jokowi yang merupakan angkatan tahun 1987, Handoko di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta (Minggu, 3/2).


Itulah, sambung Handoko, alasan alumni Kolese Kanisius mendukung Jokowi. Jokowi juga dinilai sebagai sosok nasionalis sejati. Bahkan Jokowi menjadikan nasionalisme benar-benar nyata, seperti mengambil alih mayoritas saham PT Freeport Indonesia, serta Blok Mahakam dari genggaman perusahaan asing.

"Dalam membangun, pola pembangunan Jokowi itu sangat Indonesiasenris. Jokowi membangun Indonesia secara merata di seluruh Indonesia," klaim Handoko.

Menurut Handoko, dukungan alumni Kanisius kepada Jokowi satu tarikan nafas dengan aspirasi rakyat Indonesia. Sebab tingkat kepercayaan rakyat kepada Jokowi sangat tinggi, dan bahkan melebihi tingkat kepercayaan masyarakat di negara lain kepada pemerintahnnya.

"Tingkat kepercayaan rakyat terhada pemerintah Jokowi adalah yang tertinggi di dunia," tegas Handoko.

Alumni Kanisius yang juga Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Jokowi merupakan orang baik yang selalu memikirkan orang-orang miskin. Tak heran, semasa kepemimpinan Jokowi, angka kemiskinan berhasil ditekan 9,66 persen pada September 2018. Angka ini menurun jauh dibandingkan Maret 2018, dari 10,18 persen menjadi 9,8 persen.

"Bahkan tahun 2019 ini, Jokowi menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 9 persen termasuk memperbaiki gini rasio kemiskinan," terang Agus.

Politisi senior Akbar Tanjung, yang juga almunus Kanisius mengamini Almuni Kanisius tak pernah ragu mendukung Jokowi. Sebab Jokowi merupakan sosok pemimpin yang baik.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya