Berita

Politik

DPR: Filipina Jangan Buru-Buru Vonis WNI Pelaku Bom Di Gereja

MINGGU, 03 FEBRUARI 2019 | 13:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah Filipina dinilai terlalu buru-buru menuding orang Indonesia di balik serangan bom bunuh diri di gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina.

Serangan ini menyebabkan 22 orang meninggal dunia dan 100 orang lebih luka-luka.

Komisi I DPR mengimbau pemerintah Filipina sebaiknya menunggu uji tes DNA.


"Kami berharap pemerintah Filipina jangan langsung memvonis kepada publik bahwa pelakunya adalah WNI," ucap anggota Komisi I DPR, Syaifullah Tamliha kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/2).

Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ao sebelumnya mengatakan bahwa dua pelaku serangan bom bunuh diri di gereja Katolik Pulau Jolo adalah pasangan WNI.

Hingga saat ini Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal di Davao, Filipina, juga masih mengecek informasi tersebut.

“Ambassador kita juga mesti lebih aktif untuk mengetahui melalui sumber resmi, sebab jika betul pelakunya adalah WNI, maka kita berkewajiban memberikan perlindungan terhadap WNI yang kemungkinan dijadikan martir oleh kelompok teroris internasional seperti ISIS," pintanya. [wid]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya