Pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara soal gaji menunjukkan sikap proporsional dan loyalitas.
Karena itu, anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun membela Rudiantara yang sedang jadi bulan-bulanan oleh tagar #YangGajiKamuSiapa.
"Menteri adalah pembantu presiden. Seorang pembantu presiden yang loyal berarti menteri yang bagus,†ujar Misbakhun dalam keterangannya, Minggu pagi (3/2).
Influencer di Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi - Ma’ruf) itu menuturkan, kritik kepada Rudiantara merupakan hal wajar. Namun, kata Misbakhun, loyalitas menteri juga sangat diperlukan karena presiden harus memperoleh dukungan memadai dari para pembantunya.
Mantan pegawai negeri sipil di Kementerian Keuangan itu menuturkan, menteri adalah pejabat yang diangkat secara politik oleh presiden. Istilahnya political appointee.
"Jadi ini bukan urusan salah dan tidak, tetapi soal loyalitas seorang menteri kepada presidennya. Loyalitas seorang Rudiantara kepada Pak Jokowi karena menjadi political appointee pilihan presiden," tutur Misbakhun.
Politikus yang dikenal getol membela kebijakan Presiden Jokowi itu juga menjelaskan soal gaji bagi PNS. Misbakhun mengatakan, semua gaji untuk PNS dari APBN.
Alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) itu memerinci, sumber APBN adalah pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah.
"Kalau hibah digunakan untuk membayar gaji," paparnya.
Namun, kata Misbakhun, ada sumber pembiayaan lain di luar pajak, PNBP ataupun hibah. Pembiayaan lain itu lebih dikenal dengan istilah utang.
Hanya saja, kata Misbakhun, sistem keuangan negara melalui APBN membuat sumber-sumber penerimaan tak bisa dipisah-pisahkan.
Pembahasan alokasi APBN pun melibatkan pemerintah dan seluruh fraksi di DPR.
"Jadi kalau kemudian dikatakan bahwa gaji itu dibayar dari utang, karena memang pada prinsipnya semua uang yang masuk ke dalam APBN itu tidak mungkin dipisah-pisahkan satu per satu," paparnya.
[wid]