Foto: Net
Foto: Net
"Sebuah kesesatan pikir dari panitia memasang tagline Imlek 2019, bahwasannya itu adalah sebuah tindak pemerkosaan sejarah, penghinaan terhadap peradaban yang dapat menyesatkan generasi muda," tegas Wakil Ketua Umum Gemaku, Wahyudi Zhang melalui siaran pers yang diterima redaksi, pagi ini (Minggu, 3/2).
Wahyudi menegaskan, Tahun Baru Imlek tidak mungkin dihitung berdasar kalender Gregorian (Masehi) seperti dikatakan 2019 saat ini. Penggunaan 'Tahun 2019' dalam penyebutan Imlek dinilainya amat menghina proses peradaban yang ada, dan dapat menyesatkan generasi muda.
Populer
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11
Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04
UPDATE
Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20
Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05
Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58
Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30
Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01