Berita

Hendri Satrio/Net

Politik

Hensat: Aksi 212 Dituding Wisatawan Penghamba Uang Bikin Blunder Kenceng Banget

SABTU, 02 FEBRUARI 2019 | 20:30 WIB | LAPORAN:

Adu program dan gagasan di Pilpres 2019 masih terasa minim. Sebaliknya, manuver-manuver yang menjurus blunder politik justru kental terasa.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio bahkan mengibaratkan pilpres seperti pertandingan sepakbola. Tapi pemenang bukan ditentukan oleh banyaknya gol yang bersarang di gawang lawan, melainkan tim mana yang paling sedikit melakukan blunder yang berbuah gol bunuh diri.

“Ini yang paling sedikit blunder yang menang. Karena blunder dibalas blunder,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/2).


Dia kemudian mencontohkan blunder yang dilakukan oleh adik kandung calon presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Wakil ketua DPP Partai Gerindra itu blunder saat mengeluarkan pernyataan akan merangkul anak keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Walaupun dia menggarisbawahi tentang keyakinan ideologi Pancasila, tapi ini hampir blunder besar,” urai pria yang akrab dipanggil Hensat itu.

Namun demikian, Gerindra dan Prabowo beruntung. Sebab, kubu Joko Widodo juga memproduksi hal serupa. Salah satunya tentang perilaku Ketua Umum PPP Romahurmuziy saat Pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, KH Maimun Zubair memanjatkan doa di samping Jokowi.

Baca: Intervensi Doa Mbah Moen, Ketua Umum PPP: Arogansi Romi Membuat Grass Root Menjauh

Tapi ada yang lebih parah dari itu. Pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) ini menilai pernyataan Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenezer dalam sebuah talkshow di televisi adalah yang paling blunder.

Dalam acara itu, Immanuel menuding peserta Aksi 212 sebagai kelompok wisatawan yang menghamba pada uang.

“Yang Immanuel Ebenezer bilang 212 adalah gerombolan wisatawan yang menghaamba pada uang, itu blundernya kenceng banget,” pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya