Berita

Jokowi/Net

Politik

Sering Blunder, Bukti Kubu Petahana Mulai Kurang Pede

SABTU, 02 FEBRUARI 2019 | 19:12 WIB | LAPORAN:

Sejumlah manuver yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan pendukungnya berpotensi menjadi blunder politik yang akan menggerus elektabilitas pasangan 01.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi menguraikan bahwa Jokowi memang kerap melakukan blunder politik selama memimpin

Teranyar, dia mencatat Jokowi kerap melakukan blunder usai debat pilpres pertama. Di antaranya, rencana pembebasan pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir, remisi kepada pembunuh wartawan, hingga imbauan menyanyikan lagu Indonesia Raya di bioskop.


Baca: Ini Daftar Kejadian Berpotensi Blunder Setelah Debat Perdana

"Blunder-blunder ini terjadi dikarenakan tingkat kepercayaan diri (pede) pendukung petahana untuk meraih kemenangan rendah. Karenanya mereka bermanufer dengan harapan akan mendorong naik kembali elektabilitas petahana," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/2).

Alih-alih elektabilitas naik, dukungan pada pasangan Joko Widodo-Maruf Amin justru kian menurun. Sebab, publik melihat kebijakan yang diambil tidak melalui pertimbangan matang. Buntutnya, kebijakan Jokowi sering diralat tak lama setelah diumumkan.

"Jadi membuat elektabilitas petahana terus tergurus. Salah satu penyebab utamanya adalah blunder-blunder yang kerap mereka lakukan," imbuhnya.

Firman mengaku paham dengan manuver-manuver yang dilakukan kubu Jokowi. Ini tak lain karena pembangunan infrastruktur yang dibanggakan gagak mengerek elektabilitas petahana.

“Karena rakyat memahami infrastruktur yang dibangun jauh dari kepentingan rakyat banyak," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya