Berita

Acara "Sarang Berzikir Untuk Indonesia Maju"/Net

Politik

PPP: Ada Yang Sengaja Framing Doa Mbah Moen

SABTU, 02 FEBRUARI 2019 | 13:23 WIB | LAPORAN:

. Doa yang dipanjatkan ulama karismatik KH. Maemoen Zubair alias Mbah Moen dalam acara "Sarang Berzikir Untuk Indonesia Maju" bukan untuk Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto melainkan untuk Capres nomor urut 01, Joko Widodo.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arwani Thomafi mengaku ikut hadir dalam acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, kemarin itu. Mbah Moen duduk di samping Presiden Jokowi.

Menurut dia, salah satu versi video doa Mbah Moen yang beredar luas sudah diedit sedemikian rupa, sehingga nampak seolah-olah yang didoakan adalah Prabowo.


"Beliau menyebut jelas hadza rois, presiden ini, dan mendoakan untuk menjadi presiden kedua kalinya, marrah tsaniyah. Jelas di sini, siapa yang dimaksud menjadi presiden kedua kalinya, tentu merujuk Pak Jokowi. Beliau saat ini menjadi presiden di periode pertama," kata Arwani dalam keterangannya, Sabtu (2/2).

"Kecuali doanya "menjadi capres kedua kali", itu tentu ditujukan ke Pak Prabowo," ungkapnya menambahkan.

Karena itu, semua pihak diimbaunya untuk mencermati isi video dari doa tersebut secara utuh.

Adapun pada video kedua, lanjut Arwani, Mbah Moen menegaskan doanya ditujukan untuk Jokowi. "... Hadza Pak Prabowo la Pak Prabowo innama Pak Jokowi, Joko Widodo".

"Ini juga menjadi jelas, bahwa doa yang tadi itu yang isinya mendoakan agar jadi presiden kedua kali itu untuk Jokowi bahkan ditegaskan dua kali dengan menyebut Jokowi dan Joko Widodo," ujar Arwani.

Lebih lanjut, dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja mencomot isi doa Mbah Moen untuk melakukan framing sesuai dengan kehendak dan selera politik tertentu. Hal semacam itu katanya akan memicu kegaduhan politik.

"Sebaiknya, kebiasaan tersebut dihentikan karena jauh dari tata krama berpolitik yang sejuk," pungkas Arwani, anggota DPR RI itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya