Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Ternyata PKS Pecat Fahri Karena Mau Merapat Ke Jokowi

SABTU, 02 FEBRUARI 2019 | 03:23 WIB | LAPORAN:

Fahri Hamzah menepati janji mengungkap persekongkolan pimpinan PKS dalam kasus pemecatan dirinya dari kepengurusan hingga kader partai, termasuk upaya elit PKS mempreteli jabatannya sebagai wakil ketua DPR RI.

Fahri Hamzah yang didampingi kuasa hukumnya mempresentasikan persekongkolan di hadapan media di Media Center DPR, Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2).

Dengan tegas Fahri menyatakan pemecatan dirinya sarat rekayasa.


"Pemecatan saya itu sebagai sebuah kasus rekayasa atau bohong yang dibuat oleh lima pimpinan PKS tergugat," tegasnya.

Dia menyebut kelima pimpinan PKS tersebut adalah Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Takhim Hidayat Nur Wahid, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, anggota Majelis Takhim Abdi Sumaithi, dan Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi Abdul Muiz Saadih.

Fahri membeberkan adanya pertemuan pimpinan PKS dengan Presiden Jokowi. Pertemuan itu bagian dari skenario proses pemecatannya.

Pertemuan tersebut, ujarnya, dilakukan sangat intens. Dia pun menunjukkan satu artikel berita dari media online.

"Ada satu artikel yang memberitakan pimpinan PKS bertemu Jokowi, Presiden PKS mengaku tidak izin ke KMP (Koalisi Merah Putih). Jadi ada dugaan tekanan kepada saya itu berkaitan dengan keinginan pimpinan PKS masuk ke pemerintahan," ungkapnya.

Nah, untuk mengakomodir keinginan itu, menurut Fahri, pimpinan PKS melakukan pembersihan terhadap kadernya yang berbeda sikap dengan pemerintah. Saat upaya itu dilakukan Fahri menjabat sekretaris harian KMP.

Dia menyebut nama Salim Segaf Al Jufri yang pernah membeberkan alasan bertemu dengan pemerintah.

"Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf  Al Jufri pernah bertemu saya dan memberikan alasan mendekat ke pemerintah. Rupanya, mereka menganggap saya sebagai orang yang selalu kritis kepada pemerintahan. Namun di sisi lain, hal itu berpotensi membahayakan partai," kata Fahri mengutip perkataan Salim Segaf.

Namun, dengan tegas Fahri mengatakan bahwa pimpinan PKS bisa saja semena-mena memecat dirinya dari partai, tetapi tidak bisa memecat dari jabatan wakil ketua DPR. Sebab jabatan ini tak bisa diintervensi partai.

Fahri mengatakan sejak dipecat dirinya masih membayar iuran ke PKS. Dia menghitung iuran yang dikeluarkannya sudah melebihi Rp 1 miliar dan uangnya dikirim melalui transfer.  Dia berkeyakinan iurannya sama besarnya dengan pihak yang memecatnya. Namun Fahri Hamzah tidak yakin iuran itu dibayar.

Sedangkan terkait  penggunaan uang ganti rugi sebesar Rp 30 miliar sesuai perintah pengadilan, Fahri kembali menegaskan uang itu akan digunakan untuk menutupi lubang-lubang dari kegagalan Sohibul Iman Cs dalam memimpin PKS.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya