Berita

Said Aqil Siradj/Net

Politik

RUU Ponpes Tawaran Soeharto Pernah Ditolak Kakek Cak Imin

JUMAT, 01 FEBRUARI 2019 | 01:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rancangan Undang Undang (RUU) Pondok Pesantren yang sempat disinggung presiden Jokowi pada saat memberikan sambutan di Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) disambut baik oleh Ketua PBNU Said Aqil Siradj.

Dia berharap RUU itu benar-benar menimbulkan kemaslahatan untuk persatuan dan tidak ada celah yang merugikan bagi pesantren.

"Iya insyaallah akan dibahas supaya tidak ada lubang yang mengganggu. Supaya betul-betul maslahat," ujar Said Aqil usai acara di lokasi, JCC Senayan, Jakarta, Kamis, (31/1).


Said kemudian menyinggung RUU Pondok Pesantren yang pernah diajukan pemerintah di era presiden Soeharto. Saat itu, kader NU yang berada di Fraksi PPP menolak keras usulan tersebut. Sebab, RUU Pondok Pesantren zaman orde baru dinilai tidak bisa menjaga independensi pesantren.

"Dulu Pak Harto menawarkan RUU Pesantren Mbah Bisri Syamsuri kakeknya Muhaimin (Cak Imin) Ketua Fraksi PPP menolak. Karena khawatir independensi pesantren terganggu. Kebebasan, kemandirian, dan kesederhanaannya," tutur Aqil.

Aqil berharap, RUU Pesantren ini ke depannya dapat menguatkan dan menjaga independensi pesantren dari intervensi di luar pondok pesantren itu sendiri. Sebab, hal ini berkaitan dengan anggaran dari negara.

"Kemandirian pesantren harus tetap terjaga walaupun ada anggaran. Walhasil pesantren harus tetap dijaga independensinya. Membangun bangsa tanpa ada intervensi siapapun di bidang pendidikan dan karakter," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya