Berita

Politik

Golkar Terbanyak Caleg Koruptor, Bambang Soesatyo: Kami Tidak Tahu Kenapa Bisa Begitu

KAMIS, 31 JANUARI 2019 | 12:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Partai Golkar tidak merasa dirugikan dengan rilis KPU soal daftar calon legislatif (Caleg) mantan narapidana korupsi. Dalam daftar itu, eks napi koruptor terbanyak adalah dari Golkar yaitu 8 orang di tingkat daerah.

"Enggak, engak, karena Golkar selalu menjunjung tinggi HAM itu adalah hak yang paling dasar untuk memilih dan dipilih," kata Ketua DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

Apalagi lanjut ketua DPR yang akrab disapa Bamsoet, masyarakat Indonesia sudah cerdas dan mengetahui mana yang harus dipilih.


"Percayalah rakyat kita sudah cerdas. Mereka tahu sendiri siapa-siapa tokoh yang akan dia pilih menjadi wakil daerahnya. Jadi nggak perlu khawatir dan tidak terlalu demonstratif," tegasnya.

Namun demikian, Bamsoet mengaku belum mengetahui daftar nama-nama caleg eks napi korupsi yang berasal dari partainya.

"Saya belum tau siapa nama-namanya, tanya aja ke Golkar, ke pengurus Golkar," kata Bamsoet.

Lebih lanjut, dia juga mengaku tidak mengetahui apa penyebab partai berlambang beringin itu menjadi partai terbanyak eks napi korupsi.

"Ya kami juga tidak tahu kenapa bisa begitu karena itu kan tingkatannya di bawah (DPRD). Kami kan di DPP hanya mengatur untuk pusat," demikian Bamsoet. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya