Berita

Gembong Warsono/Net

Politik

PDIP: Bawaslu Tunjuk Saja Nama Dalang Tabloid “Pembawa Pesan”

KAMIS, 31 JANUARI 2019 | 02:54 WIB | LAPORAN:

PDI Perjuangan geram dengan tudingan Bawaslu DKI yang menyebut kader partainya sebagai pengeder tabloid “Pembawa Pesan”.

Tabloid ini beredar di wilayah DKI Jakarta, tepatnya di Jagakarsa pada Minggu (27/1). Tabloid ini diduga mengandung unsur pelanggaran kampenye karena di dalamnya ada panduan memilih salah satu calon legislatif. Caleg yang bersangkutan berasal dari PDIP dengan nomor urut 11 untuk DPRD dapil 8.

Ketua Fraksi PDIP DKI, Gembong Warsono meminta Bawaslu tidak asal memberikan informasi. Dia mendesak agar Bawasl langsung menunjuk orang yang menjadi dalang tabloid tersebut. Tentunya, harus dilengkapi dengan menggunakan data yang lengkap.


"Bawaslu jangan bicara seperti itu, tunjukan saja siapa orangnya. Kan kalau begini saling curiga," kata Gembong saat dihubungi, Rabu (30/1).

Lanjut Gembong, jika Bawaslu masih berperilaku seperti itu, maka akan membuat para caleg saling mencurigai satu sama lain.

"Jadi Bawaslu jangan membuat orang ribut di antara caleg kan gitu. Tunjuk hidung siapa, kan gitu. Caranya seperti itu," katanya.

Pria asal Wonogiri, mengaku belum membaca isi konten-konten tabloid tersebut. Baginya, selama isi tabloid tersebut sesuai fakta yang ada, maka tidak menjadi masalah.

"Kalau memang itu koran penyampaian hasil kinerja presiden, apa salahnya. Salahnya apa, kalau itu menyangkut masalah program yang sudah dikerjakan oleh presiden selama masa jabatannya. Kan nga ada yg salah. Gitu lho," pungkasnya.

Ketua Bawaslu DKI Muhammad Jufri mengklaim bahwa penyebaran tabloid 'Pembawa Pesan' merupakan ulah dari salah satu caleg PDIP.

“Itu adalah tabloid dari salah satu caleg, katanya informasinya PDIP. Kemudian penyebarannya melakui kurir dengan membawa ke rumah-rumah majalah itu," Kata Jufri. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya